Khawatir Ambruk, Warga Tolak Penggunaan Jembatan Bailey Proyek Jembatan Tongas – Sukapura 

Caption : Jembatan Bailey yang dibangun kontraktor proyek jembatan di ruas jalan Tongas – Lumbang – Sukapura (Foto: A1)

Probolinggo, Asatu Online – Warga tiga Kecamatan di Probolinggo menolak penggunaan jembatan darurat atau bailey dalam pelaksanaan proyek penggantian Jembatan di ruas jalan Tongas – Lumbang – Sukapura, Kamis (30/02/2026. Sebab, mereka khawatir struktur jembatan darurat pada tidak mampu menopang beban kendaraan yang melintas.

“Kami ingin jembatan darurat dibuat menggunakan gorong-gorong saja. Kalau pake bailey kami khawatir ambruk seperti yang sering terjadi di luar daerah,” ungkap Hasyim, salah seorang warga Kecamatan Tongas.

Menurut Hasyim, Proyek Peningkatan Jembatan Kulak dan Jembatan Krajan III, di Ruas Jalan Tongas-Lumbang-Sukapura harusnya dapat dilaksanakan tanpa mengganggu perputaran ekonomi dan mobiltas kendaraan yang melintas. Mengingat ruas jalan itu merupakan jalur pariwisata menuju gunung Bromo.

“Kalau mereka ngotot menggunakan Bailey, sudah pasti Bus Pariwisata tidak akan ada yang bisa melintasi jalan ini,” tuturnya.

Hasyim menambahkan, sebagai kawasan Industri, di wilayah Tongas dan Lumbang terdapat sejumlah pabrik yang membutuhkan jalan yang memadai. Jika pembatasan kendaraan dilakukan, ribuan karyawan pabrik juga akan merasakan dampaknya. “Mungkin mereka akan dirumahkan sampai pembangunan jembatan itu selesai,” tambah pria asal Desa Wringinanom itu.

Hasyim berharap pihak pemangku kebijakan memikirkan kembali dampak pembangunan dan segera merumuskan solusi. “Yang kami inginkan pembangunan jalan dan roda ekonomi tetap berputar,” pungkasnya.

Sementara itu, Asatu Onlne mencoba melakukan konfirmasi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I Kabupaten Probolinggo, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Probolinggo Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dinia. Sayangnya hingga berita ditayangkan belum ada pernyataan apapun dari UPT PJJ Probolinggo. (A1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *