Banten  

Puskesmas Cipadu Gaspol Cegah Stunting, Balita dan Ibu Hamil Dapat PMT Berbasis Pangan Lokal

Tangerang, Asatu Online – Puskesmas Cipadu kembali menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui peluncuran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita dan ibu hamil di Gedung Kita Bersama, Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

Program ini menjadi langkah nyata pemerintah bersama tenaga kesehatan untuk menekan kasus gizi buruk sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan. Puluhan balita dan ibu hamil tampak antusias mengikuti kegiatan yang dipadukan dengan edukasi pola makan sehat dan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Launching kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Cipadu Jaya Suryadi SIP dan dihadiri Kepala Puskesmas Cipadu Hj Anna Amelia, Ahli Gizi Puskesmas Cipadu Liilis Sulistianingsih, Ketua RW 03 H Dedi Ifran Pasaribu, para kader kesehatan, ketua RT, hingga warga setempat.

Dalam sambutannya, Suryadi berharap program tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita.

“Hari ini launching pos gizi. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Puskesmas bisa bermanfaat buat anak-anak kita semuanya. Saya berharap warga yang punya balita aktif datang supaya kesehatan anak-anak bisa terus dipantau,” ujar Suryadi.

Ketua RW 03 Kelurahan Cipadu Jaya H Dedi Ifran Pasaribu menegaskan program PMT bukan sekadar membagikan makanan tambahan, tetapi bagian dari gerakan bersama memerangi stunting di tingkat lingkungan.

“Melalui kegiatan PMT berbasis pangan lokal ini, kita ingin memastikan balita dan ibu hamil mendapatkan tambahan asupan gizi yang cukup, aman, dan mudah diakses. Ini bukan hanya soal makanan, tapi bagaimana kita bersama-sama mencegah stunting dan melahirkan generasi sehat dan kuat,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mulai memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah namun kaya gizi, dibanding terlalu bergantung pada makanan instan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipadu Hj Anna Amelia menegaskan persoalan gizi masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang karena dampaknya bisa memengaruhi kesehatan fisik hingga kecerdasan anak.

“Masalah gizi bukan hanya soal berat badan anak turun. Dampaknya bisa panjang, mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga masa depan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Anna.

Menurutnya, program PMT selama 14 hari ini dirancang untuk membantu meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil melalui menu sehat dengan kandungan kalori, protein, dan nutrisi yang telah disesuaikan.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, mulai dari kebiasaan mencuci tangan, menyikat gigi, hingga pentingnya variasi menu makanan keluarga.

“Makanan sehat itu tidak harus mahal. Banyak bahan pangan lokal di sekitar kita yang bergizi dan bisa diolah menjadi makanan sehat untuk anak-anak maupun ibu hamil,” jelasnya.

Anna berharap program tersebut mampu membawa perubahan nyata terhadap tumbuh kembang anak di wilayah Cipadu Jaya.

“Harapan kami, langkah kecil ini bisa membuat anak-anak menjadi lebih sehat, lebih pintar, dan sukses di masa depan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Ahli Gizi Puskesmas Cipadu Liilis Sulistianingsih memberikan edukasi interaktif kepada para ibu terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita dan ibu hamil.

Ia menjelaskan, kebutuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada nasi, tetapi juga bisa dipenuhi dari sumber karbohidrat lain seperti kentang, singkong, maupun umbi-umbian.

“Kalau anak tidak mau makan nasi, ibu jangan panik. Bisa diganti dengan sumber karbohidrat lain. Yang penting gizinya tetap terpenuhi,” katanya.

Liilis juga menyoroti pentingnya konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam untuk mendukung pertumbuhan anak. Menurutnya, telur menjadi salah satu sumber protein terbaik karena murah, mudah didapat, dan kaya nutrisi.

Tak hanya itu, para ibu juga diajak lebih bijak memanfaatkan media sosial untuk mencari inspirasi menu sehat dan edukasi pengasuhan anak. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *