Sungailiat, Asatu Online – Himpunan Mahasiswa Jurusan Informatika dan Bisnis (HMJ JIB) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung menggelar INFEST (Infinis Festival of Future Enterprise and Smart Technology) di Aula kampus, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan bisnis, seiring pesatnya perkembangan digital yang menuntut generasi muda lebih adaptif dan inovatif.
Mengusung tema F.U.T.U.R.E (Future Utilization of Technology for Upgraded & Resilient Enterprise), INFEST 2026 berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri Bupati Bangka, Ketua APTIKOM Bangka Belitung, perwakilan Bursa Efek Indonesia, Mandat Pro, serta pimpinan Polman Babel. Sebanyak lebih dari 180 mahasiswa tingkat pertama Jurusan Informatika dan Bisnis turut ambil bagian sebagai peserta seminar.

Tak hanya seminar, INFEST juga diramaikan sejumlah kompetisi, mulai dari Hackathon, Business Model Canvas (BMC), Web Technologies hingga desain infografis. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia.
Pada kategori Hackathon, lima tim dari Polman Babel, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, dan Politeknik Negeri Samarinda bersaing menampilkan solusi teknologi terbaik.
Sementara itu, lomba Business Model Canvas diikuti lima tim, terdiri dari dua tim Polman Babel, dua tim Universitas Brawijaya, serta satu tim dari Tarumanegara University. Untuk kategori Web Technologies diikuti peserta dari SMKN 1 Simpangkatis, SMKN 1 Sungailiat, dan SMKN 1 Parittiga. Adapun lomba desain infografis diikuti 46 peserta.
INFEST 2026 juga menghadirkan seminar edukatif, di antaranya materi public speaking oleh Asrie Diyah, serta pemaparan dari Bursa Efek Indonesia terkait dunia komunikasi dan investasi.
Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, mengatakan INFEST bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk menguji ide dan kreativitas.
“Ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri digital,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga mampu melahirkan talenta unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.

Senada, Bupati Bangka, Fery Insani, menilai pemanfaatan teknologi oleh generasi muda dapat memperkuat sektor UMKM sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Teknologi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua HMJ JIB Polman Babel, Bayu Safyndra, menyebut INFEST menjadi ruang kolaborasi antara kampus dan industri dalam mendorong inovasi teknologi.
Ia juga mengapresiasi dukungan APTIKOM Bangka Belitung serta berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Harapannya, INFEST 2026 dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi ruang pengembangan bagi seluruh peserta,” ujarnya.














