Babel  

Dies Natalis ke-20 UBB, Rektor Tegaskan Lompatan Menuju Kampus Mandiri

Caption : Rektor UBB Prof, Ibrahim

Bangka, Asatu Online — Memasuki usia ke-20 tahun, Universitas Bangka Belitung (UBB) menegaskan diri sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan. Tonggak itu ditandai dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-20 di Balai Utama De-Universitaria, Senin (13/4/2026).

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, menyebut kampus ini lahir dari tekad panjang masyarakat Bangka Belitung untuk memiliki perguruan tinggi negeri sendiri—sebuah mimpi yang dulu kerap dianggap mustahil.

“Ini adalah mimpi berdikari anak negeri,” ujarnya.

Sejak resmi berstatus perguruan tinggi negeri pada 19 November 2010, UBB terus bertransformasi. Jumlah program studi melonjak dari 13 menjadi 36, tersebar di enam fakultas.

Lonjakan juga terjadi pada jumlah mahasiswa. Dari sekitar 1.000 orang di masa awal, kini UBB menampung sekitar 10.000 mahasiswa pada 2025, yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

“Mahasiswa kami berasal dari Sabang sampai Merauke, dari Sulawesi hingga NTT,” kata Ibrahim.

Tak hanya mengejar kuantitas, UBB juga memperkuat kualitas. Kampus ini meraih akreditasi institusi B pada 2019, membuka program magister pada 2021, hingga mengantongi izin Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter pada 2023.

Pada tahun yang sama, UBB juga bertransformasi dari satuan kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Status ini dinilai penting untuk mendorong fleksibilitas dan kemandirian pengelolaan kampus.

“Bukan sekadar perubahan status, tapi langkah percepatan menuju kampus mandiri,” tegasnya.

Sebagai kampus di wilayah kepulauan, UBB menghadapi tantangan geografis. Namun, kondisi itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Pada 2025, jumlah pendaftar menembus sekitar 11.000 orang, dengan daya tampung hanya sekitar 3.000 mahasiswa baru per tahun.

“Ini capaian yang patut diapresiasi untuk kampus di daerah kepulauan,” ujarnya.

Di bidang akademik, UBB kini masuk klaster utama penelitian dan pengabdian masyarakat, meraih predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik, serta mencatatkan berbagai prestasi mahasiswa di tingkat nasional hingga internasional.

Ke depan, UBB menargetkan jumlah mahasiswa aktif mencapai 12.000 orang pada 2026. Penguatan infrastruktur dan fasilitas akademik juga terus digenjot.

Dalam momentum dies natalis ini, UBB turut mengukuhkan tiga guru besar baru sebagai simbol penguatan kapasitas akademik.

Ibrahim menegaskan, perjalanan dua dekade ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk lompatan berikutnya.

“Ini awal untuk melangkah lebih jauh di dekade berikutnya,” pungkasnya. **

Laporan wartawan : H.Saleh

Writer: A1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *