Caption :Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris saat memberikan arahan dalam silaturrahmi bersama kepala sekolah SD dan SMP se-Aceh Besar di Aula SMPN 3 Ingin Jaya, Rabu (1/4/2026).
Kota Jantho, Asatu Online— Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris mengumpulkan ratusan kepala sekolah SD dan SMP se-Aceh Besar dalam forum silaturrahmi di Aula SMPN 3 Ingin Jaya, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi dunia pendidikan untuk menyatukan visi membangun pendidikan berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut dihadiri Kadisdik Dayah Aceh Besar Abu Bakar, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Fakhrurrazi, dewan pengawas, para kepala bidang, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar.
Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Syech Muharram menegaskan bahwa pertemuan ini bukan terkait polemik Tunjangan Profesi Guru (TPG), melainkan murni untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan para kepala sekolah sebagai ujung tombak pendidikan.
“Saya ingin duduk bersama kepala sekolah dalam suasana silaturrahmi, bukan formalitas. Kita harus satu visi membangun pendidikan Aceh Besar yang lebih baik,” tegasnya.
Pendidikan Karakter Jadi Prioritas
Syech Muharram menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman siswa. Ia bahkan mendorong sekolah membiasakan selawat sebagai bagian dari pembinaan spiritual.
Menurutnya, sektor pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan daerah karena menentukan kualitas generasi masa depan.
“Tanpa pendidikan yang kuat, Aceh Besar tidak akan maju. Pendidikan adalah kunci melahirkan pemimpin masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap capaian pendidikan Aceh Besar yang dinilai masih tertinggal dibanding daerah lain, sehingga peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Program Regional untuk Siswa Berprestasi
Sebagai langkah konkret, Pemkab Aceh Besar akan membentuk program pengayaan siswa berprestasi berbasis empat regional, yakni Timur, Tengah, Barat, dan Selatan.
Siswa terpilih akan mendapatkan tambahan pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika hingga sore hari, dengan dukungan insentif tambahan bagi guru yang terlibat dalam program tersebut.
“Kita ingin anak-anak Aceh Besar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Mereka harus dipersiapkan dari sekarang,” kata Syech Muharram.
Kepala Sekolah Harus Profesional
Bupati juga menyoroti pentingnya profesionalisme kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di tingkat satuan. Ia meminta proses rekrutmen kepala sekolah dilakukan secara aktif melalui pembinaan dan seleksi yang objektif, bukan sekadar menunggu pendaftar.
Selain itu, program sekolah rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu disebut mulai menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas belajar siswa.
“Setiap ilmu yang kita ajarkan akan menjadi amal jariyah. Jangan lelah mendidik, karena masa depan Aceh Besar ada di tangan anak-anak kita,” ujarnya.
Digital Class Unggulan Berlaku 2026
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal penyamaan arah pembangunan pendidikan empat tahun ke depan.
Ia menjelaskan, Pemkab Aceh Besar akan menerapkan penuh program Digital Class Unggulan pada tahun ajaran 2026 setelah uji coba di 23 SD dan 23 SMP pada 2025.
“Mulai tahun ajaran baru 2026, Digital Class Unggulan akan diterapkan di seluruh SD dan SMP di Aceh Besar sebagai langkah percepatan pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk sekolah unggul berbasis regional, dengan target setiap kawasan memiliki satu SD dan satu SMP unggulan sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tengah menyiapkan reformasi pendidikan secara serius, dengan menekankan kolaborasi, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing. **
Penulis : Marwan














