Depok, Asatu Online— Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam perayaan Natal bersama jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu malam (25/1/2026), menjadi sorotan publik. Figur yang akrab disapa “Bapa Aing” itu dinilai menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Dedi Mulyadi tiba di lokasi sekitar pukul 20.49 WIB bersama rombongan. Kedatangannya disambut langsung Wali Kota Depok Supian Suri, panitia Natal, serta ratusan jemaat dan tamu undangan. Suasana penyambutan berlangsung meriah, diiringi tepuk tangan dan sorak jemaat yang menggema di dalam gedung gereja.
Antusiasme tersebut mencerminkan kuatnya harapan masyarakat terhadap kehadiran pemimpin yang hadir langsung di tengah umat, tanpa sekat perbedaan keyakinan.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat dalam perayaan Natal tingkat Kota Depok itu tidak sekadar bersifat seremonial. Momentum tersebut dinilai sebagai pesan kuat bahwa negara hadir untuk seluruh warganya, serta menjamin ruang kebebasan beragama di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa nilai utama Natal adalah cinta yang diwujudkan melalui kasih, yang tidak mengenal batas identitas apa pun.
“Cinta yang sejati adalah cinta yang hidup dalam kasih. Tanpa kasih dan cinta, semuanya kehilangan makna. Cinta tidak pernah melihat batas. Ketika cinta hadir, ia melampaui perbedaan suku, budaya, maupun keyakinan,” tegas Dedi.
Ia menambahkan, masyarakat Jawa Barat yang majemuk harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Jika kita berpegang pada nilai cinta, maka perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri mengapresiasi penyelenggaraan perayaan Natal bersama tersebut. Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jawa Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat dan panitia Natal. Secara khusus, kami mengapresiasi kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat di tengah masyarakat Kota Depok,” kata Supian.
Menurutnya, kehadiran Dedi Mulyadi menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam menjaga persatuan.
“Ini adalah wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat dalam merawat toleransi dan persatuan,” tambahnya.
Supian Suri menegaskan, Pemerintah Kota Depok berkomitmen menjaga ruang toleransi dan kebebasan beribadah bagi seluruh warga.
“Kami akan terus memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Kerukunan adalah fondasi utama dalam membangun Kota Depok yang harmonis,” pungkasnya. (*)














