Depok, Asatu Online – Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, menggelar open house Idulfitri 1446 H di kediamannya, Kamis (3/4/2025). Acara yang berlangsung hangat dan meriah itu dihadiri tetangga, sahabat, tokoh masyarakat, hingga awak media. Momen ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun Ade yang ke-46.
Di sela silaturahmi, sejumlah jurnalis menyinggung isu krusial seputar pengelolaan sampah dan banjir di Kota Depok. Menanggapi hal itu, Ade menegaskan dukungannya terhadap penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai solusi pengolahan sampah modern.
“Jika RDF berkapasitas 300 ton berjalan efektif, kita bisa replikasi hingga 500 ton per hari. Ini solusi di hilir. Sementara di hulu, perlu peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah,” ujar politisi PKS ini.
Ade juga mendorong modernisasi armada pengangkut sampah dan mengapresiasi kebijakan insentif dari Pemkot Depok bagi warga yang konsisten memilah sampah organik.
“Pemkot sudah tepat dengan memberikan pembebasan retribusi bagi warga yang memilah sampah. Ini harus disosialisasikan luas. Pilah sampah dari rumah itu kunci,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi syarat mutlak dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak ikutannya, termasuk banjir.
“Banjir di beberapa titik, seperti kawasan Pelni, sangat dipengaruhi tumpukan sampah. Sodetan ke Ciliwung sudah ada, tinggal dibarengi pembersihan rutin dan, jika perlu, penambahan pompa aliran air,” jelasnya.
Ade mengingatkan, persoalan banjir tidak bisa dilepaskan dari perilaku membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.
“Kalau kita jaga lingkungan dan tidak buang sampah ke kali, potensi banjir bisa ditekan,” ujarnya.
Menutup pertemuan, para insan pers mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ade.
“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media. Hari ini kebetulan saya genap 46 tahun. Mohon doanya,” ucap Ade sambil tersenyum. [Jo]














