Rakernas FWK Dorong Penguatan Jurnalisme Daerah dan Pers Berwawasan Kebangsaan

Jakarta, Asatu Online – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mendorong penguatan jurnalisme daerah yang kritis, independen, profesional, dan berwawasan kebangsaan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FWK yang digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Jakarta.

Rakernas yang dihadiri koordinator daerah (korda) dan perwakilan FWK dari berbagai provinsi itu menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat peran pers dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus pemberitaan.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, hadir sebagai pembicara kunci dalam pembukaan kegiatan. Ia menyampaikan harapan agar FWK mampu membangun pers yang kritis, independen, dan profesional dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi berkualitas, tetapi juga berperan menjaga masa depan Indonesia.

Pembukaan Rakernas dilakukan tokoh senior pers, Hendry Ch. Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022 dan Ketua Umum PWI Pusat periode 2023–2025.

Hendry menegaskan, FWK memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan profesionalisme jurnalistik dengan nilai-nilai kebangsaan.

“FWK hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry.

Sementara itu, Koordinator FWK Raja Parlindungan Pane menjelaskan bahwa organisasi tersebut lahir dari gagasan dan pemikiran sejumlah tokoh senior yang telah lama berkecimpung di dunia pers.

Ia menilai tantangan jurnalistik ke depan semakin berat seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Arus informasi yang bergerak cepat kerap tidak diimbangi proses verifikasi dan validasi yang memadai.

Kondisi tersebut berpotensi memperbesar penyebaran informasi yang tidak akurat serta membuat berita negatif lebih mendominasi ruang publik dibandingkan informasi yang membangun.

Karena itu, FWK diharapkan mampu memperkuat integritas wartawan sekaligus mendorong praktik jurnalistik yang mengutamakan akurasi, verifikasi, dan kepentingan publik.

Dalam sesi diskusi hari pertama yang dipandu Hendry Ch. Bangun, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait persoalan pers di daerah, termasuk kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian dan kritik.

Peserta juga berharap FWK dapat menjadi wadah yang memperjuangkan aspirasi daerah agar lebih didengar oleh pemerintah pusat.

Dalam dialog bersama Gubernur Lemhannas, peserta turut mengusulkan adanya kesempatan mengikuti kursus singkat di Lemhannas. Program tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman wartawan mengenai wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional.

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal FWK, Dr. Budi Nugraha, membacakan deklarasi sebagai langkah awal memperkuat FWK menuju organisasi wartawan yang profesional dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Memasuki hari kedua, diskusi berlangsung lebih santai dengan membahas berbagai persoalan jurnalistik dan tantangan yang dihadapi wartawan di masing-masing daerah.

Rakernas juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja organisasi agar pelaksanaan kegiatan FWK dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Melalui Rakernas tersebut, FWK diharapkan tidak hanya menjadi wadah konsolidasi wartawan, tetapi juga memperkuat posisi jurnalisme daerah sebagai penyampai aspirasi masyarakat, pengawas kebijakan publik, dan penjaga kepentingan bangsa. (sdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *