Aceh  

Tak Hanya Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Jakarta, Asatu Online โ€“ PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembangunan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Langkah ini dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga mampu naik kelas, menjadi bankable, hingga menembus pasar nasional dan global.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus motor pengembangan industri halal Indonesia. Karena itu, BSI menerapkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

“UMKM tidak cukup hanya diberikan pembiayaan. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mendorong pelaku usaha menjadi lebih kuat, sehat, legal, bankable, dan berdaya saing. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” kata Anggoro, Senin (3/8/2026).

Saat ini BSI melayani lebih dari 340 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia. Untuk mempercepat peningkatan kapasitas pelaku usaha, BSI bersama Danantara mengoperasikan empat BSI UMKM Center yang berada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Hingga kini, lebih dari 6.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan melalui pusat-pusat pembinaan tersebut. Fasilitas yang disediakan mencakup pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, hingga ruang promosi bagi produk-produk UMKM binaan.

Selain itu, BSI juga membangun 35 Sentra UMKM berbasis dana zakat yang difokuskan untuk memberdayakan pelaku usaha dari kalangan mustahik agar mampu berkembang menjadi usaha yang layak dibiayai perbankan.

Di tingkat desa, BSI mengembangkan 23 Desa Binaan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Penguatan UMKM dilakukan melalui lima strategi utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain dari hulu hingga hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta transformasi digital.

Komitmen tersebut turut tercermin dari penyaluran pembiayaan sektor ritel dan UMKM yang hingga Mei 2026 mencapai Rp54,80 triliun, tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pembiayaan tersebut disalurkan kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui skema KUR Syariah, pembiayaan mikro, dan SME.

BSI juga mempercepat digitalisasi UMKM melalui berbagai layanan seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

Anggoro menilai, dampak pemberdayaan UMKM tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

“Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Itulah nilai ekonomi dan nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia,” tutupnya.

BSI Umumkan 50 Pemenang Tabungan Haji Berhadiah Umrah

Pada kesempatan yang sama, BSI juga mengumumkan 50 pemenang program Tabungan Haji Berhadiah Umrah sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah.

Pengumuman dilakukan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (4/8), dan dihadiri SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati, perwakilan Kementerian Sosial RI Sunniyah, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Rudy Syahrul, serta SVP Retail Deposit Group BSI Dien Lukita Purnamasari. (marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *