Banten  

Dari Warga untuk Warga: Program BKB RW 03 Cipadu Jaya Hadirkan Harapan Bagi Keluarga Kurang Mampu

Tangerang, Asatu Online– Semangat gotong royong kembali menyala di Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Warga RW 03 menggagas program sosial bernama Bersama Kita Berbagi (BKB), sebuah inisiatif murni dari warga untuk warga, guna meringankan beban keluarga yang kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Didanai sepenuhnya dari sumbangan sukarela lingkungan, program ini hadir sebagai bukti kepedulian nyata antar-tetangga.

Hingga saat ini, BKB sudah digelar sebanyak dua kali. Kegiatan perdana berlangsung pada 18 Juni 2026, dan dilanjutkan kembali pada 12 Juli 2026 di Gedung Kita Bersama (GKB), fasilitas milik Pemerintah Kota Tangerang.

“Tujuannya sederhana: kami ingin membantu sesama warga yang kurang beruntung di lingkungan sendiri. Ibaratnya, kami sedang menolong keluarga kami sendiri,” ujar Sekretaris Program BKB sekaligus Ketua RT 003/RW 003 Cipadu Jaya, Amat Zaenudin, Selasa (26/7).

Tebus Murah, Sistem Berputar Agar Berkelanjutan

Cara kerja program ini cukup unik dan cerdas. Bantuan tidak dibagikan secara cuma-cuma, melainkan menggunakan sistem tebus murah. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan paket beras 5 kilogram dengan cukup membayar infak sebesar Rp 40 ribu — angka yang hampir separuh dari harga pasaran saat ini.

Dana infak yang terkumpul tidak disimpan, melainkan dikembalikan lagi ke kas program untuk memutar modal bantuan berikutnya. Sementara kebutuhan dana utama pembelian beras berasal dari donasi sukarela warga RW 03.

“Donasi dikumpulkan dari warga, lalu dibelikan beras dan disalurkan. Uang tebusan itu kami putar kembali agar kegiatan ini bisa terus berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan,” jelas Amat.

Sasaran Melebar, Fokus Tetap Satu RW

Pada pelaksanaan pertama, BKB menyasar 20 keluarga di RT 07. Kegiatan kedua bulan lalu cakupannya diperluas hingga menjangkau 40 warga dari RT 03, RT 05, dan RT 06.

Dijadwalkan, program ketiga akan digelar pada Agustus 2026 dengan jumlah penerima yang akan ditambah lagi.

Meskipun RW 03 terbagi menjadi delapan RT, pengurus belum berniat memperluas cakupan ke RW lain. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh warga di wilayahnya sendiri terbantu terlebih dahulu.

“Target kami saat ini tetap di RW 03 dulu. Kami ingin memastikan kebutuhan keluarga di lingkungan kami sendiri terpenuhi dengan baik,” tegasnya.

Ke depannya, BKB juga berencana menambah jenis bantuan tidak hanya beras, tapi disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga agar manfaatnya semakin tepat sasaran.

Harapan Agar Semakin Banyak Bergabung

Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Namun Amat mengakui masih ada tantangan, yaitu menjangkau lebih banyak donatur. Masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan inisiatif ini, sehingga dukungan partisipasi perlu terus ditingkatkan.

Ia pun berharap warga yang memiliki kemampuan lebih bisa turut andil, sekecil apa pun bantuannya.

“Harapan kami, dukungan dari warga yang berkecukupan semakin besar. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh keluarga di RW 03 Cipadu Jaya,” tutup Amat penuh harap. (yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *