Aceh  

Muswil III SAPMA PP Aceh Digelar, Gubernur Dorong Kader Jadi Motor Pembangunan Daerah

Banda Aceh, Asatu Online – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Provinsi Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) III di Gedung Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (18/7/2026).

Muswil yang dihadiri pengurus wilayah, pengurus cabang dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, serta unsur pemerintah dan tokoh kepemudaan itu dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Dr. Munawar,  yang mewakili Gubernur Aceh.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Aceh yang dibacakan Munawar, Muswil III disebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut juga menjadi momentum evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, serta memilih kepemimpinan yang mampu membawa SAPMA Pemuda Pancasila semakin berkontribusi bagi masyarakat.

“Sebagai organisasi kader, SAPMA memiliki posisi yang sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjawab tantangan zaman,” demikian kutipan sambutan Gubernur.

Pemerintah Aceh juga mendorong kader SAPMA mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kewirausahaan, penguatan literasi digital, pelestarian lingkungan, hingga mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang selaras dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Gubernur berharap Muswil III mampu melahirkan kepengurusan yang solid, inklusif, dan mampu menjaga semangat persaudaraan dalam setiap proses musyawarah.

Sementara itu, Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila Pusat, Aulia Arief, SH, menegaskan pentingnya memperkuat kaderisasi agar organisasi mampu mencetak generasi muda yang berkualitas.

Menurutnya, kader SAPMA harus menjadi agen perubahan yang berintegritas, berjiwa Pancasila, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa maupun daerah.

Di sisi lain, Ketua PW SAPMA Pemuda Pancasila Aceh, Teuku Maury Darwin, SH, memaparkan capaian organisasi selama masa kepengurusannya. Ia menilai soliditas kader menjadi modal utama dalam memperkuat eksistensi organisasi di Aceh.

Maury juga mengajak seluruh kader SAPMA terus menjaga persatuan, memperkuat sinergi antarpengurus, serta meningkatkan keterlibatan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. (marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *