Pangkalpinang, Asatu Online – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pembekalan Saka Anti Narkoba yang turut dihadiri Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. (HC) Suyudi Ario Seto, di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Kamis (23/4/2026).
Gubernur Hidayat menyebut kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menyasar langsung kalangan muda sebagai kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh narkotika.
“Pembekalan Saka Anti Narkoba ini sangat strategis karena menyentuh generasi muda sebagai ujung tombak pencegahan. Ini langkah nyata dalam memperkuat ketahanan diri sejak dini,” ujarnya.
Ia menegaskan, peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan terpadu, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Saka Anti Narkoba memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik, menyebarkan informasi, sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Saka Anti Narkoba ini harus mampu menjadi motor penggerak dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan di tengah masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur Hidayat menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Babel untuk terus memperkuat sinergi bersama BNN dan seluruh pemangku kepentingan dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia juga berharap peserta pembekalan yang berasal dari Saka Anti Narkoba se-Indonesia dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah wawasan dan memperkuat komitmen dalam melawan narkoba.
“Harapan saya, adik-adik semua bisa menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan berani mengatakan tidak pada narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika masih marak terjadi, bahkan telah menyasar kalangan pelajar, dengan berbagai jenis narkotika baru yang semakin sulit dikenali.
“Generasi muda harus memiliki ketahanan diri yang kuat agar mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BNN Babel, Brigjen Pol. Eko Kristianto, melaporkan sejumlah upaya penguatan P4GN di daerah, termasuk pembentukan struktur terpadu hingga tingkat desa sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 serta pengembangan kampung tangguh bebas narkoba.
BNN Babel juga menjalankan program “Ananda Bersinar” melalui Saka Pramuka Anti Narkoba di lingkungan sekolah dan organisasi kepemudaan, serta mengintegrasikan kurikulum anti narkoba dalam proses pembelajaran.
Selain itu, layanan rehabilitasi juga telah disiapkan di Rumah Sakit Jiwa Sungailiat dengan pendekatan medis dan religius.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan dari BNN RI kepada Gubernur Hidayat Arsani atas dukungan dan komitmennya dalam mendukung program P4GN di Bangka Belitung.













