Bangka Barat, Asatu Online — Keluarga almarhum Suryadi mengeluhkan pelayanan RSUD Bangka Barat yang dinilai tidak maksimal hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.
Salah seorang keluarga almarhum kepada Asatu Online menuturkan, Suryadi masuk ke rumah sakit pada Rabu (22/4/2026) sore dalam kondisi membutuhkan penanganan medis serius.
Menurutnya, pada malam hari pasien seharusnya segera menjalani tindakan operasi. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena pihak rumah sakit menyebut dokter tidak tersedia.
“Seharusnya malam itu sudah dioperasi, tapi katanya dokter tidak ada, jadi tidak bisa dilakukan tindakan,” ungkap pihak keluarga.
Keluarga juga menyebut, hingga Kamis pagi (23/4/2026), penanganan belum maksimal. Pasien hanya diperiksa oleh dokter anak, tanpa ada tindak lanjut operasi yang dibutuhkan.
Kondisi tersebut berlanjut hingga akhirnya Suryadi meninggal dunia pada siang hari. Keluarga menilai keterlambatan penanganan menjadi faktor yang memperburuk kondisi pasien.
Atas kejadian ini, keluarga meminta Bupati Bangka Barat Markus untuk turun tangan mengevaluasi pelayanan rumah sakit, termasuk mendesak pergantian manajemen.
“Kami minta Bupati bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak ada lagi korban,” tegas keluarga.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Asatu Online belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak RSUD Bangka Barat. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait.*(A1)













