Jakarta, Asatu Online – Kepulangan H. Her ke tanah kelahirannya di Madura, pada Minggu (12/4/2026) disambut dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi hingga menjelang siang, ribuan warga telah memadati kawasan gerbang masuk kota hingga sepanjang Jalan Raya Tlanakan, menciptakan lautan manusia yang menunggu kedatangan tokoh yang dikenal luas sebagai “Sultan Madura”.
Suasana penuh haru dan kebanggaan terlihat saat iring-iringan kendaraan yang membawa H. Her tiba di lokasi. Massa yang didominasi kaum ibu-ibu tampak berdesakan mendekati kendaraan hanya untuk bersalaman dan melihat langsung sosok yang selama ini mereka anggap sebagai pelindung dan pejuang nasib rakyat kecil, khususnya petani tembakau.
Tak sedikit warga yang mengaku sengaja datang lebih awal demi bisa menyambut langsung kepulangan H. Her. Bagi mereka, kehadiran H. Her bukan sekadar tokoh pengusaha, melainkan figur yang telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Madura.
Kepulangan tersebut terjadi usai H. Her memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Kehadirannya di lembaga antirasuah itu dinilai sebagai bentuk sikap kooperatif serta komitmen untuk menghormati proses hukum yang berlaku.
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, sambutan meriah dari masyarakat justru menjadi penegas kuat bahwa H. Her memiliki tempat istimewa di hati warga. Banyak pihak menilai, loyalitas masyarakat tersebut lahir dari kiprah panjangnya dalam memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Madura.
Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, H. Hanafi SF, menyampaikan bahwa fenomena sambutan tersebut merupakan refleksi nyata dari kedekatan emosional antara H. Her dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita semua bersyukur atas kepulangan beliau dalam keadaan sehat. H. Her bukan hanya seorang pengusaha, tetapi juga sosok yang selama ini memperjuangkan nasib petani tembakau di Pamekasan. Itu yang membuat masyarakat begitu mencintainya,” ujar Hanafi kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

Hanafi juga menegaskan bahwa kehadiran H. Her di KPK merupakan inisiatif pribadi yang menunjukkan sikap terbuka dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Kami melihat beliau sangat kooperatif. Kehadirannya ke KPK adalah bentuk itikad baik. Kami meyakini beliau adalah pribadi yang baik, memiliki kepedulian sosial tinggi, dan dikenal sebagai sosok yang rendah hati atau low profile,” lanjutnya.
Lebih jauh, Hanafi mengungkapkan bahwa keluarga besar IKAMA di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Muhammad Rawi terus memberikan dukungan moral dan doa kepada H. Her agar tetap kuat dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada.
“Kami dari DPP IKAMA selalu mendoakan agar beliau diberikan kesehatan, kekuatan, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Kami percaya beliau akan melalui semua ini dengan baik,” tegasnya.
Fenomena penyambutan besar-besaran ini juga menjadi gambaran nyata tentang kuatnya relasi sosial antara tokoh lokal dengan masyarakat akar rumput. Dalam konteks Madura, figur seperti H. Her tidak hanya dipandang dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan harapan bagi petani tembakau yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari harga jual hingga kebijakan industri.
Kehadiran H. Her di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan rasa optimisme dan kepercayaan diri bagi para petani untuk terus bertahan dan berkembang. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kepulangannya disambut layaknya seorang tokoh besar yang kembali dari perjalanan penting.
Di tengah situasi tersebut, publik pun diharapkan tetap menghormati proses hukum yang berjalan serta mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sementara itu, dukungan moral dari masyarakat menjadi energi tersendiri bagi H. Her dalam menjalani setiap tahapan yang dihadapi.
Kepulangan H. Her kali ini bukan sekadar perjalanan fisik dari Jakarta ke Madura, melainkan juga momentum yang menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara seorang tokoh dengan rakyat yang merasa diperjuangkan. (*)














