Dampak Kecerobohan Donald Trump, Kepulangan Jemaah Umroh Indonesia Tertunda  

Jakarta, Asatu Online – Kepulangan sejumlah jemaah umroh asal Indonesia sempat tertunda akibat terganggunya operasional penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut diduga dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik yang menyeret kebijakan kontroversial mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sehingga berdampak pada jalur penerbangan dan mobilitas jemaah yang hendak kembali ke Tanah Air.

Owner Hanania Group, Nisa, menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi selama proses kepulangan tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait proses kepulangan ke Indonesia,” ujar Nisa dalam keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Hanania.

Dalam penanganan persoalan tersebut, Hanania juga menggandeng tim legal dari Persia & Co Law Office yang dipimpin oleh Marisya Icha.

Menurut Nisa, keterlambatan kepulangan jemaah terjadi akibat situasi di luar kendali perusahaan, yakni dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang turut mempengaruhi operasional sejumlah penerbangan internasional.

Meski demikian, pihak Hanania memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan selama masa penyesuaian jadwal kepulangan.

“Kami memastikan para jemaah tetap mendapatkan fasilitas yang layak, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga pendampingan dari tim Hanania sampai seluruh proses kepulangan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Hanania juga menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap para jemaah selama masa perpanjangan tinggal di Jeddah, Arab Saudi.

Perusahaan mencatat masa perpanjangan tersebut berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 28 Februari hingga 12 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh biaya tambahan akibat perpanjangan masa tinggal jemaah ditanggung sepenuhnya oleh pihak Hanania tanpa membebankan biaya tambahan kepada jemaah.

Selain itu, pihak perusahaan juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi kendala teknis pada sistem penerbitan visa dari otoritas Arab Saudi pada 11 Februari 2026. Kendala tersebut menyebabkan proses penerbitan visa sempat tertunda sebelum akhirnya kembali normal pada 13 Februari 2026.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Hanania menawarkan sejumlah opsi kepada jemaah, mulai dari keberangkatan melalui penerbangan terdekat yang tersedia, penjadwalan ulang perjalanan, hingga pengembalian dana penuh tanpa potongan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, Hanania juga memberikan kompensasi sebesar Rp8 juta kepada setiap jemaah yang terdampak perbedaan fasilitas hotel akibat perubahan jadwal keberangkatan.

Nisa menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk mendampingi jemaah hingga seluruh rangkaian perjalanan ibadah selesai.

“Tujuan kami adalah memastikan jemaah tetap dapat berangkat dan kami akan terus mendampingi mereka hingga proses kepulangan,” katanya.

Saat ini, Hanania memastikan program keberangkatan jemaah berikutnya tetap berjalan sesuai jadwal, termasuk keberangkatan menggunakan maskapai Emirates. Perusahaan juga membuka ruang komunikasi bagi jemaah yang ingin menyampaikan keluhan maupun pertanyaan terkait perjalanan mereka. **

Penulis : Budi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *