Sungailiat, Asatuonline – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Informatika dan Bisnis Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) menggelar kegiatan sosial bertajuk Aksi Santunan Ramadan di Mushola Polman Babel, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat di sekitar lingkungan kampus. Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak yatim piatu dari wilayah Nangnung turut diundang untuk merasakan kebersamaan bersama para mahasiswa.
Sekitar 35 anak yatim mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Beragam aktivitas bernuansa religius dan kebersamaan digelar untuk menghadirkan suasana penuh kehangatan di bulan Ramadan.
Acara diawali dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Imam Santoso. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para peserta untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta memperbanyak berbagi kebaikan, terutama di bulan Ramadan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara mahasiswa Polman Babel dan anak-anak yatim. Momen ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara civitas akademika kampus dengan masyarakat sekitar.
Selain itu, panitia juga menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu di kawasan Nangnung. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun oleh mahasiswa.
Ketua HMJ Informatika dan Bisnis Polman Babel, Bayu Safyndrsa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para donatur yang telah berkontribusi.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga donasi dapat disalurkan kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.058.700. Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk paket sembako serta kebutuhan lainnya bagi anak-anak yatim yang hadir.
Bayu berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak.
Menurutnya, aksi santunan Ramadan akan memberikan dampak yang lebih luas apabila seluruh organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta civitas akademika kampus dapat berkolaborasi menjadikannya sebagai agenda bersama setiap tahunnya.














