Babel  

Dugaan Pembukaan Tong Timah CV BN di Pos Jelitik Dilaporkan ke Satgas

BANGKA, Asatuonline — Tong atau kotak penitipan berisi sekitar 1,4 ton timah milik CV Berkah Nurjanah (BN) yang berada di kawasan Pos Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, diduga sempat dibuka oleh pihak lain tanpa seizin pemilik pada Senin (8/6/2026) malam.

Peristiwa tersebut memunculkan sejumlah kejanggalan karena gembok yang mengunci tong diketahui masih dalam kondisi utuh, meski disebut telah berhasil dibuka.

Dugaan tersebut diungkapkan Penanggung Jawab CV BN, Ahat. Ia mengaku menerima laporan terkait adanya pembukaan tong penitipan timah milik perusahaan CV BN oleh pihak yang bukan pemilik barang.

Menurut Ahat, tong tersebut digunakan sebagai tempat penitipan timah yang berada di kawasan Pos Jelitik Sungailiat. Namun, pihaknya terkejut setelah memperoleh informasi bahwa tong itu sempat dibuka tanpa sepengetahuan maupun persetujuan dari CV BN.

“Kami mendapat informasi bahwa tong penitipan timah milik kami dibuka tanpa izin. Padahal barang itu kami titipkan di sana agar lebih aman,” kata Ahat kepada SMSI Bangka, Sabtu (13/6/2026).

Ia menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Pasalnya, gembok yang terpasang pada tong masih dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun.

“Anehnya gembok itu tidak rusak sama sekali. Gembok tersebut kami yang membeli dan kuncinya juga berada dalam penguasaan kami,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat tiga anak kunci milik perusahaan yang diduga membuka tong tersebut. Dari tiga kunci yang dicoba untuk membuka gembok, salah satunya disebut berhasil membuka tong penitipan timah milik CV BN.

Peristiwa itu juga disebut sempat diketahui petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Bahkan, seorang petugas keamanan dikabarkan sempat menegur pihak yang membuka tong tersebut karena bukan pemilik barang.

“Ada petugas keamanan yang menegur dan mempertanyakan alasan membuka tong yang bukan miliknya,” ungkap Ahat.

Setelah kejadian tersebut, timah yang berada di dalam tong kembali ditimbang. Hasil penimbangan menunjukkan berat timah masih berada di kisaran 1,4 ton. Namun, menurut Ahat terdapat selisih sekitar 9 kilogram dibandingkan data sebelumnya.

Selain adanya selisih berat, pihaknya juga menduga terjadi perubahan kualitas timah yang tersimpan di dalam tong tersebut.

“Saat ditimbang ulang ada sekitar 9 kilogram yang berkurang. Kami juga menduga kualitas timahnya sudah ditukar dengan kualitas yang lebih rendah atau yang biasa disebut ‘biru’,” jelasnya.

Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil lobi atau pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi dan kualitas timah yang tersimpan.

Atas kejadian itu, pihak CV BN telah melaporkan persoalan tersebut kepada Satgas di kawasan Air Kantung Muara Jelitik agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.

“Kami berharap persoalan ini dapat ditindaklanjuti sehingga semuanya menjadi jelas,” katanya. (SMSI BANGKA/TAMA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *