Caption : Penampakan Tambang Apung di pesisir Pantai Rebo, Sungailiat
Bangka, Asatu Online —Ketegangan antara sektor pariwisata dan aktivitas pertambangan kembali mencuat di Kabupaten Bangka. Kali ini, keberadaan tambang timah ilegal jenis TI Selam dan ponton rajuk di sepanjang pesisir Pantai Rebo, Kecamatan Sungailiat, dikeluhkan karena dinilai mengancam ekosistem laut sekaligus merusak citra destinasi wisata.
Pengelola wisata Lotus Rebo, Akuet, secara terbuka menyuarakan protes atas maraknya aktivitas penambangan yang beroperasi tepat di depan bibir pantai. Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman serius terhadap keberlangsungan pariwisata dan investasi masyarakat.
“Lokasi wisata Lotus berada persis di pinggir pantai. Jika aktivitas tambang ini terus dibiarkan, dampaknya akan fatal. Bukan hanya merusak biota laut, tetapi juga menghancurkan daya tarik wisata yang menjadi tumpuan ekonomi warga,” tegas Akuet, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas ponton rajuk dan TI selam menyebabkan kekeruhan air laut serta berpotensi merusak terumbu karang di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan semangat pemerintah daerah yang selama ini menggaungkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Pengelolaan Lotus adalah upaya membangun ekonomi rakyat melalui pariwisata. Tapi bagaimana wisata bisa berkembang jika kawasan pesisir justru rusak akibat tambang timah?” ujarnya.
Akuet menegaskan, konflik kepentingan antara tambang dan wisata di pesisir Pantai Rebo harus segera disikapi secara serius. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta Pemerintah Kabupaten Bangka untuk turun langsung ke lapangan melakukan evaluasi dan penertiban.
“Kami minta APH dan pemerintah segera meninjau lokasi. Harus ada penegakan aturan yang tegas. Jangan sampai lingkungan rusak dan pariwisata mati hanya karena pembiaran,” katanya.
Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir mutlak dilakukan demi kepentingan jangka panjang masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan sesaat dari aktivitas tambang.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penambangan di pesisir Pantai Rebo masih berlangsung. Masyarakat dan pelaku usaha wisata kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih masif serta menyelamatkan masa depan pariwisata Desa Rebo. (*)














