Babel  

Sampah Berserakan di Taman Sari Sungailiat, Warga Keluhkan Kurangnya Pemeliharaan

Penampakan Taman Sari Sungailiat (Foto : A1)

Sungailiat, Asatu Online — Taman Sari Sungailiat, ruang publik yang jadi favorit warga untuk jogging dan bersantai, kini tampak kumuh. Sejumlah titik di taman yang terletak di jantung Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, itu terlihat dipenuhi sampah dan fasilitas yang mulai rusak.

Padahal setiap pagi dan sore, taman ini ramai dikunjungi puluhan warga yang berolahraga, dari anak muda hingga lansia. Banyak yang mengaku kecewa karena kebersihan taman semakin menurun dalam beberapa bulan terakhir.

“Dulu bersih dan nyaman buat jogging. Sekarang banyak sampah plastik di jalur lari dan sekitar taman, sayang banget,” keluh Eka (35), warga Sungailiat yang rutin berolahraga di Taman Sari, Rabu (12/11).

Pantauan di lapangan, sejumlah area taman terlihat kurang terurus. Tempat sampah tampak penuh bahkan beberapa rusak, sementara dedaunan dan plastik sisa makanan berserakan di sekitar jalur pejalan kaki.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal peran pengelola taman dan dinas terkait dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik tersebut. Apalagi, Taman Sari disebut merupakan aset milik PT Timah Tbk, yang selama ini sering dilibatkan dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti World Clean Up Day.

Menurut sejumlah warga, peran pedagang kaki lima di sekitar taman juga cukup berpengaruh. Banyak pengunjung membeli jajanan lalu membuang bungkus makanan sembarangan.

“Kalau malam minggu, ramai banget. Habis itu paginya penuh sampah. Harusnya ada petugas kebersihan tetap atau jadwal pengangkutan yang lebih rutin,” kata Fajar (29), warga lain yang ditemui di lokasi.

Selain masalah sampah, beberapa fasilitas taman seperti papan nama, lampu penerangan, dan kursi taman tampak mulai rusak serta WC tidak pernah dibuka untuk umum. Hal ini membuat suasana malam hari di taman menjadi gelap dan kurang aman.

Kondisi ini dikhawatirkan bisa merusak citra Sungailiat sebagai kota yang dikenal bersih dan ramah lingkungan. Jika dibiarkan, kenyamanan warga dan daya tarik wisata lokal pun bisa menurun.

PT Timah sebagai pemilik dan Dinas lingkungan dan pemerintah daerah diharapkan turun tangan lebih aktif, tidak hanya mengandalkan kegiatan seremonial. Pengelolaan kebersihan harus menjadi rutinitas, bukan sekadar momentum acara tahunan.

“Kalau dijaga rutin, taman ini bisa jadi ikon Sungailiat yang membanggakan. Sayang banget kalau dibiarkan kotor begini,” tutur Asui, warga lainnya yang ditemui saat berolahraga.

Taman Sari sejatinya memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau dan pusat kegiatan warga. Namun tanpa pengawasan, kesadaran pengunjung, dan pengelolaan yang konsisten, taman ini bisa kehilangan pesonanya. (*)

Writer: Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *