Didukung PT Timah Tbk, Maslina Yazid Tekun Lestarikan Tenun Cual sebagai Warisan Budaya Bangka

Pangkalpinang, Asatu Online— Di balik keindahan tenun cual yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung, tersimpan kisah ketekunan seorang perempuan, Maslina Yazid. Selama puluhan tahun, ia mendedikasikan diri sebagai perajin tenun cual Bangka, menjaga warisan budaya yang sarat nilai filosofi.

“Cual berasal dari kata Celupan Awal, proses awal benang sutra putih. Setiap motif dan warna memiliki makna mendalam,” jelasnya. Ia menenun berbagai motif seperti kembang setaman, melati, kenanga, dan balok timah, di mana sebagian telah memperoleh hak paten.

Pengerjaan satu kain cual bisa memakan waktu hingga setahun, tergantung tingkat kesulitannya. Tak heran, harga tenun cual mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah. Maslina bahkan memiliki koleksi cual kuno yang bernilai tinggi.

Selain fokus menenun, Maslina aktif membagikan ilmunya ke sekolah dan kampus agar generasi muda mengenal proses tenun cual. Namun, ia mengakui minat untuk menjadi penenun masih minim.

Sejak tahun 1990, PT TIMAH Tbk hadir sebagai mitra yang konsisten mendukungnya. Perusahaan memberikan bantuan modal, pelatihan, promosi, hingga memfasilitasi pameran. “Dukungan PT TIMAH luar biasa. Saya bisa terus berinovasi menciptakan motif baru seperti balok timah dan pinang mas,” ungkapnya.

Maslina juga bangga karena setiap pameran yang difasilitasi PT TIMAH Tbk selalu mendapat sambutan positif. “Kami bersyukur PT TIMAH peduli terhadap budaya lokal. Saya berharap generasi muda mau meneruskan warisan ini. Menenun bukan pekerjaan biasa, tapi bagian dari menjaga jati diri bangsa,” pesannya.

Melalui dukungan berkelanjutan dari PT TIMAH Tbk, tenun cual Bangka terus bertahan sebagai simbol keanggunan sekaligus warisan budaya yang hidup di tengah modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *