Siswa SMAN 53 Jakarta Raih Prestasi Internasional, Kolaborasi dengan UGM dan KLH

Jakarta, Asatuonline.id – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Azka Achmad Aufa (17), siswa SMAN 53 Jakarta, berhasil meraih Diploma Juara III pada ajang Yakutsk International Science Fair 2025 di Rusia.

Kompetisi ilmiah internasional ini diikuti peserta dari berbagai negara dan memberi opsi partisipasi daring maupun tatap muka. Meski mengikuti lomba secara online pada Juli 2025 karena keterbatasan biaya, hal itu tidak menghalangi Azka untuk menorehkan prestasi gemilang.

Dalam kategori Physics, Astronomy, and Engineering, Azka mengangkat riset berjudul “Analysis of Regional and Residual Anomaly Mapping Based on Gravity Method in IKN.” Penelitian ini menerapkan metode geofisika terapan untuk memetakan anomali bawah permukaan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui analisis data gravitasi, Azka berhasil mengungkap struktur geologi penting yang bermanfaat bagi perencanaan tata ruang serta mitigasi risiko geologi di kawasan pembangunan ibu kota baru tersebut.

Capaian ini tidak lepas dari bimbingan Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D., Guru Besar Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB), serta dukungan penuh dari Centre for Young Scientists (CYS) yang memfasilitasi persiapan lomba.

Inovasi Multidisiplin: HYDROFAIR dan Kolaborasi Empat Sekolah

Tak berhenti di ajang internasional, Azka juga menorehkan inovasi multidisiplin bersama tim lintas sekolah dalam Indonesia Inventors Day (INNOPA) 2025, yang digelar pada 11–14 September 2025.

Mereka memperkenalkan HYDROFAIR, sebuah prototipe pendeteksi pencemaran air yang dilengkapi sistem perhitungan kompensasi kerugian lingkungan berbasis pemodelan matematika.

Tim HYDROFAIR beranggotakan siswa dari empat sekolah:

SMAN 53 Jakarta: Azka Achmad Aufa (17), Muhammad Evan Rohmatullah (16)

SMAN 8 Bandung: Thara Abhigya Devasree (16), Naufazel Kahlil Haidar (16)

SMAN 2 Bandung: Nadia Irsya Arianto (15)

SMA Angkasa 1 Halim Perdanakusuma: Kanya Amabel Rumoko (17), Raden Ayu Zhafirah Novaliza (16)

Proyek ini dibimbing Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si., dari Departemen Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Menurut Dr. Selly, inovasi HYDROFAIR layak didaftarkan hak paten karena memiliki nilai orisinalitas dan potensi komersial yang tinggi.

Riset Strategis Dapat Apresiasi BNPB

Selain itu, Azka kini tengah menyiapkan riset untuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Penelitian tersebut berfokus pada pendugaan struktur kantong magma dan karakteristik bidang sesar gunung berapi di Indonesia — studi yang sangat relevan dengan mitigasi bencana alam.

Pada Juni lalu, Azka berkesempatan berdiskusi langsung dengan pejabat BNPB, di antaranya Direktur Mitigasi Kebencanaan, Zaenal Arifin, S.S., M.H., dan Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya, Rudy Supriyadi, S.E.
Diskusi tersebut membahas potensi riset Azka untuk mendukung strategi mitigasi bencana nasional yang lebih efektif.

Keseriusannya dalam bidang geofisika juga membawanya ke Yogyakarta, di mana ia berdialog dengan akademisi dan peneliti, seperti Drs. Imam Suyanto, M.Si. dan Dr.rer.nat. Ade Anggraini, S.Si., M.Si. dari UGM, serta mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan peneliti senior BPPTKG, Ilham Nurdien, S.Si.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan ke Depan

Atas seluruh bimbingan dan dukungan yang diterimanya, Azka menyampaikan apresiasi tulus kepada para mentor dan institusi yang berperan besar dalam perjalanannya.

“Saya berterima kasih kepada Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, Ph.D., Dr. Selly Feranie, M.Si., dan semua dosen serta mentor yang telah meluangkan waktu berharga untuk berdiskusi dan membimbing saya,” ujar Azka kepada awak media pada Senin (6/10).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Sagasitas Indonesia dan mentor Dyah Dhani Mustikarini, S.Si., M.Eng., serta kepada para pejabat BNPB dan BPPTKG yang telah memberi kesempatan berdialog.

“Tak lupa, terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala SMAN 53 Jakarta, Dra. Herawati Sihombing, M.Pd., serta seluruh guru yang terus mendukung dan memotivasi kami untuk terus berkarya,” tambahnya.

Keberhasilan Azka Achmad Aufa membuktikan bahwa semangat riset dan kolaborasi lintas disiplin mampu melahirkan inovasi berdampak nyata. Di tangan generasi muda seperti Azka, ilmu pengetahuan tak hanya menjadi prestasi, tetapi juga kontribusi langsung bagi pembangunan dan keselamatan bangsa.

Penulis: WahyuEditor: Wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *