Pangkalpinang, Asatu Online— Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf melakukan kunjungan kerja ke PT TIMAH (Persero) Tbk untuk memonitor kinerja perusahaan sekaligus mengevaluasi progres program streamlining sebagai bagian dari transformasi dan optimalisasi industri timah nasional.
Kunjungan yang berlangsung Kamis (14/5/2026) itu disambut langsung Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT TIMAH, Fina Eliani.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari langkah BP BUMN dalam mengawal transformasi perusahaan-perusahaan strategis negara agar lebih fokus, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri pertambangan global.
Dalam arahannya, Aminuddin menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan dua agenda besar transformasi BUMN, yakni hilirisasi dan streamlining perusahaan.
“Kita memang hari ini fokus utama ada dua hal, yaitu hilirisasi dan streamlining. Streamlining ini targetnya selesai tahun ini sesuai arahan Presiden,” ujar Aminuddin, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, program streamlining dilakukan untuk memperkuat fokus bisnis perusahaan dengan mengembalikan BUMN pada core business masing-masing, termasuk mengevaluasi anak usaha yang dinilai tidak sejalan dengan bisnis utama perusahaan.
BP BUMN, kata dia, juga terus mendorong transformasi PT TIMAH agar memiliki struktur bisnis yang lebih agile, efisien, dan kompetitif guna memperkuat fundamental perusahaan menghadapi tantangan industri tambang global.
Sementara itu, Fina Eliani memaparkan capaian kinerja perusahaan beserta anak usaha PT TIMAH, termasuk struktur bisnis grup perseroan yang saat ini terus diperkuat melalui pengelolaan bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia menjelaskan, PT TIMAH menerapkan prinsip Good Mining Practice, tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam menjalankan operasional bisnisnya.
Untuk lini penambangan timah, operasional dijalankan langsung oleh PT TIMAH Tbk. Sedangkan sektor hilirisasi dikelola melalui PT Timah Industri yang berbasis di Cilegon dan memproduksi tin chemical serta tin solder.
Di sektor non-timah, bisnis dijalankan melalui PT Timah Investasi Mineral yang bergerak di pertambangan nikel serta PT TAJ di bidang pertambangan batu bara.
Selain itu, sejumlah anak usaha berbasis kompetensi juga mendukung ekosistem bisnis perseroan, di antaranya Indometal London Limited sebagai agen pemasaran wilayah Eropa dan Amerika, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung di sektor galangan kapal, PT Timah Agro Manunggal di bidang reklamasi, serta PT Timah Karya Persada Properti yang bergerak di sektor properti.(*)














