Presiden Prabowo Subianto (Foto : Ist)
Jakarta, Asatu Online – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali jadi sorotan usai hasil survei terbaru Indo Survey & Consulting (ISC) menempatkannya di jajaran menteri dengan rapor merah.
Menteri yang dikenal dengan jargon “3 Juta Rumah” itu hanya meraih tingkat kepuasan publik 38 persen. Angka tersebut menempatkan Maruarar di bawah standar kepuasan publik, dan memicu kritik keras dari pengamat politik.
Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebut temuan ini menegaskan kegagalan program hunian rakyat. “Ini rapor merah yang sulit ditutupi dengan retorika. Birokrasi lambat, penyerapan anggaran minim, dan program 3 juta rumah jauh dari ekspektasi publik,” kata Jerry, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi tamparan keras bagi Presiden Prabowo Subianto. “Publik bisa saja menuntut, apakah Maruarar sekadar jual visi tanpa bukti? Saya kasihan dengan Presiden Prabowo, karena janji besar ini malah jadi beban politik,” tegas Jerry.
Data juga memperlihatkan realisasi di lapangan masih jauh dari target. BP Tapera mencatat hingga 28 Juli 2025 baru 137.015 unit rumah subsidi terealisasi, atau belum mencapai 40 persen dari target 350 ribu unit.
“Angka ini jelas memperlihatkan gap antara klaim dan realitas. Survei ISC hanya menegaskan apa yang publik rasakan,” ujar Jerry.
6 Menteri Rapor Merah
Dalam survei ISC yang melibatkan 1.200 responden dengan margin of error ±2,8 persen, ada enam menteri Kabinet Merah Putih yang mendapat rapor merah alias tingkat kepuasan publik di bawah 40 persen.
Paling rendah ditempati Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan kepuasan publik hanya 24 persen. Disusul Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai (26 persen), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (28 persen), Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto (31 persen), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (36 persen), dan Maruarar Sirait (38 persen).
Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai hasil ini harus jadi alarm keras bagi Presiden Prabowo. “Publik sudah memberi penilaian langsung terhadap kinerja kabinet. Presiden perlu mengevaluasi serius, karena angka ini bisa berdampak pada kepercayaan publik ke depan,” kata Iwan.
Menurut Iwan, survei ISC memberikan cermin jelas soal performa menteri di mata rakyat. “Ini waktunya mereka turun langsung dan membuktikan kinerja nyata, bukan sekadar retorika,” pungkasnya.**















