Bongkar Kasus Beras Oplosan, Rahmad Sukendar Apresiasi Kinerja Bareskrim Polri  

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar (Foto : Ist)

Jakarta, Asatu Online — Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, memberikan apresiasi tinggi terhadap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri yang berhasil mengungkap praktik curang peredaran beras oplosan yang merugikan masyarakat.

Menurut Rahmad, langkah tegas Bareskrim dalam membongkar jaringan pelaku pengoplosan beras tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan aparat penegak hukum terhadap perlindungan konsumen dan upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami dari BPI KPNPA RI sangat mengapresiasi langkah cepat dan tegas dari pihak kepolisian, khususnya Dit Tipidum Bareskrim Polri, dalam membongkar kasus beras oplosan. Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk nyata perlindungan terhadap rakyat dari praktik kotor yang merugikan,” tegas Rahmad Sukendar, Jumat (1/8/2025).

Ia menilai kasus beras oplosan bukan hanya soal kecurangan niaga, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak. Produk beras sebagai kebutuhan pokok tidak boleh dipermainkan demi keuntungan sepihak yang mencederai hak konsumen.

“Kasus ini sangat serius. Bila dibiarkan, akan merusak sistem distribusi pangan nasional dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, kami mendukung penuh upaya Polri memberantas mafia pangan sampai ke akar-akarnya,” ujar Rahmad.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan berlapis dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat sipil, untuk mencegah terjadinya kembali praktik-praktik serupa di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Rahmad menyebut pihaknya akan memberikan penghargaan kepada jajaran Dit Tipidum Bareskrim Polri atas kinerja luar biasa dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Kami sedang menyiapkan penghargaan sebagai bentuk penghormatan dan dorongan moral agar semangat pemberantasan kejahatan seperti ini terus terjaga. Kerja-kerja positif dari aparat negara memang patut diapresiasi, bukan hanya dikritisi,” katanya.

Rahmad juga berharap keberhasilan ini menjadi momentum bagi instansi lain untuk lebih aktif dalam mengawasi distribusi dan kualitas bahan pokok di pasar, agar masyarakat tidak terus menjadi korban kecurangan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan rakyat mendapatkan pangan yang layak, sehat, dan terjamin mutunya. Jangan beri ruang bagi para pelaku yang hanya mementingkan keuntungan tanpa peduli dampaknya,” tutupnya. (*)

Penulis: Yani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *