Banda Aceh, Asatu Online— Jufrizal atau yang akrab disapa Coy kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Besar periode 2025–2028. Ia dipercaya memimpin kembali lewat proses aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II yang digelar di Gedung PWI Aceh, Banda Aceh, Rabu (30/7/2025).
Tak ada perlawanan. Jufrizal menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar dan mendapat dukungan bulat dari seluruh peserta yang hadir.
Konfercab berlangsung kondusif dan demokratis. Seluruh anggota dan pengurus PWI Aceh Besar hadir menyatakan komitmen bersama untuk terus memperkuat organisasi.
Ketua Panitia Konfercab II, Azhari Usman, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Selama masa pendaftaran hanya ada satu nama yang masuk, dan dari enam pemilik hak suara semuanya sepakat memilih Bang Coy secara aklamasi,” ujar Azhari.
Sebelumnya, Jufrizal telah memimpin PWI Aceh Besar periode 2022–2025, bahkan sempat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua. Di bawah kepemimpinannya, PWI dinilai berhasil menjaga eksistensi dan meningkatkan kualitas anggotanya.
Dalam sambutannya, Jufrizal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan.
“Alhamdulillah, kami berkomitmen melanjutkan program-program strategis, khususnya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas wartawan,” ucapnya.
Ia menegaskan, program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) akan menjadi prioritas utama dalam kepengurusan ke depan.
“Kami akan mendorong pelaksanaan UKW secara rutin. Ini penting untuk menjaga profesionalisme dan standar kompetensi wartawan di Aceh Besar,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, akan terus dibangun demi keberlanjutan program tersebut.
Ketua PWI Aceh, M Nasir Nurdin, yang turut hadir, mengapresiasi jalannya Konfercab II yang berlangsung lancar dan solid.
“Ini bukti bahwa PWI Aceh Besar punya kultur organisasi yang sehat. Saya yakin di bawah kepemimpinan Bang Coy, PWI akan semakin maju dan berintegritas,” kata Nasir.
Dengan terpilihnya kembali Jufrizal, PWI Aceh Besar diharapkan bisa terus menjadi garda depan dalam menjaga etika jurnalistik, memperkuat peran media lokal, serta melahirkan kader-kader wartawan profesional. (*)















