Bangka, kba– Perhimpunan Kebun Binatang Se‑Indonesia (PKBSI) melakukan kunjungan resmi ke BN Zoo Bangka.
Kunjungan berlangsung selama dua hari, pada 3 hingga 4 Juli 2025.
Agenda utama adalah verifikasi dan penilaian operasional BN Zoo sebagai lembaga konservasi anggota atau calon anggota PKBSI.
Penilaian ini dilakukan untuk memastikan standar kelayakan pengelolaan kebun binatang telah terpenuhi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PKBSI, Tony Sumampau.
Tony didampingi lima pengurus pusat PKBSI lainnya.
Rombongan disambut oleh pengelola BN Zoo yang memaparkan visi jangka panjang dan perkembangan terkini.
“BN Zoo adalah kebun binatang pertama di Bangka Belitung. Kami sangat mengapresiasi kehadirannya,” ujar Tony.
Menurutnya, BN Zoo tidak hanya berkontribusi dalam konservasi dan edukasi satwa.
Lebih dari itu, kehadiran BN Zoo ikut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Tim PKBSI juga melakukan observasi langsung ke kandang-kandang satwa.
Penilaian meliputi manajemen, kesejahteraan satwa, sistem pakan, edukasi publik, hingga integrasi kawasan dengan lingkungan sekitar.
Kawasan BN Zoo diketahui berbasis ekosistem mangrove yang menjadi ciri khas wilayah.
Koordinator Wilayah PKBSI Sumatera dan Kalimantan, M. Irwan Nasution, menilai BN Zoo punya potensi besar.
“BN Zoo bisa menjadi simpul strategis konservasi sekaligus pendorong ekonomi daerah,” ujar Irwan.
Ia menyebut kebun binatang modern seperti BN Zoo mampu membuka lapangan kerja dan menyokong program lingkungan pemerintah.
BN Zoo adalah kebun binatang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berlokasi di kawasan Bukit Kuala, Sungailiat, BN Zoo dikembangkan dengan konsep konservasi mangrove.
Saat ini, BN Zoo menjadi rumah berbagai jenis satwa, termasuk harimau India bernama Benzo dan Benzi.
Keduanya menjadi simbol komitmen konservasi sekaligus daya tarik wisata unggulan Bangka.
Sementara itu PKBSI merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1969.
Anggotanya terdiri dari berbagai lembaga konservasi di seluruh Indonesia.
PKBSI fokus pada peningkatan kualitas kebun binatang melalui pendampingan, pelatihan, dan akreditasi.
Organisasi ini juga menjalin kerja sama nasional dan internasional di bidang konservasi, edukasi, dan kesejahteraan hewan.
Jika ingin ditambahkan kutipan dari pihak BN Zoo atau instansi daerah, saya siap bantu lanjutkan. (*)















