Sungailiat, Asatu Online – BECAK BABEL telah sukses gelar Forum Pelajar Peduli Sampah Kabupaten Bangka dan Pelatihan Sociopreneur Pengolahan Sampah Organik Maggot BSF.
Komunitas Peduli Lingkungan BECAK BABEL (Bangka Environment Creative Activist of Kawa) menyelenggarakan kegiatan FOLU Goes to School bertajuk Pelatihan Wirausaha Muda (Sociopreneur) berbasis Pengolahan Sampah Organik Maggot BSF dan Lubang Resapan Biopori.
Kegiatan yang dikemas dalam Forum Pelajar Kabupaten Bangka Peduli Sampah 4.0 ini diikuti oleh pelajar SLTP, SLTA, mahasiswa, Pramuka, serta komunitas peduli lingkungan di Kabupaten Bangka.
Tak kurang dari 140 peserta yang merupakan generasi muda tampak sangat antusias mengikuti program yang diselenggarakan di Graha Maras dan Ruang Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka, pada 24–29 Juni 2025.
Program ini mendapat dukungan dari Small Grant FOLU NC 2&3 BPDLH serta Program Kewirausahaan Pemuda DISPARBUDKEPORA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara ini dihadiri oleh Bapak Ali Jantani, ST selaku Pj Bupati Bangka, dan dibuka secara resmi oleh Bapak Muchtar, SH selaku Asisten II Pemkab Bangka. Hadir pula Ibu Widya Kemala Sari selaku Kepala Dinas PARBUDKEPORA Prov. Kep. Babel, Ismir Rachmddinianto selaku Kepala DLH Bangka, Camat Sungailiat, Lurah Bukit Betung, YKAN Babel, FORDAS Babel, LPSK Cerudik Lestari, serta berbagai pemangku kepentingan peduli lingkungan hidup di Kabupaten Bangka.
BECAK BABEL menghadirkan sejumlah narasumber ahli untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada generasi muda dalam mengembangkan kewirausahaan sosial berbasis pengelolaan sampah. Di antaranya:
Ir. Fadillah Sabri, ST., M.Eng., IPM (Ketua FKPDAS Babel/Rektor Universitas Muhammadiyah Babel)
Rizal Mustaktim, S.IP (Anggota Komisi III DPRD Bangka)
Boy Yandra, SKM., M.PH (Ketua Umum HAKLI Prov. Kep. Babel)
Fianda W., SKM., M.Si (Penyuluh LH DLHK Prov. Kep. Babel)
Irwindi (Balai Wilayah Sungai Babel)
Dr. Zamzani, S.Sos., MA (Dosen Kewirausahaan INPALAS)
Hermawan Bayu Seno, ST., M.AP (Ketua HIPMI Bangka)
Arinda Unigraha, S.Pi (Ketua Umum BECAK BABEL sekaligus Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda Prov. Kep. Babel)
Tim edukasi Generasi Muda BECAK BABEL/Maggot Wangka

Pj Bupati Bangka dalam sambutannya sangat mengapresiasi praktik-praktik baik dan langkah konkret yang dilakukan Komunitas BECAK BABEL.
“Ini sangat menarik dan luar biasa. Saya sengaja hadir untuk melihat langsung program ini. Anak-anak muda memang harus dilatih semangat kewirausahaannya, apalagi ditambah wawasan peduli lingkungan dengan mengelola sampah. Tidak banyak orang mau berbuat seperti ini, mengedukasi dan melatih masyarakat. Kami dengar tadi komunitas BECAK BABEL telah melakukan ratusan kegiatan edukasi, termasuk Forum ini yang sudah masuk tahun ke-4. Artinya, sangat besar dampak dan manfaat dari keberadaan komunitas ini. Ada perkembangan dan semakin maju. Kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka, bersyukur masih ada anak-anak muda yang memiliki daya juang dan kreativitas seperti ini. Kami akan berupaya mendukung keberlanjutan forum ini agar anak-anak muda mendapat ruang untuk mengembangkan diri. Semoga forum ini sukses,” ujar Jantani.
Ia juga menambahkan bahwa Maggot BSF sebagai salah satu metode pengolahan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi sangat baik untuk dikembangkan oleh generasi muda. Mengingat belum banyak yang membudidayakannya di Bangka, maka diperlukan gerakan masif agar dapat membantu mengurangi timbunan sampah organik sekaligus memperkuat sektor ketahanan pangan.
Ketua Umum BECAK BABEL yang juga Ketua FKP Prov. Babel, Arinda Unigraha, menjelaskan bahwa Forum Pelajar Peduli Sampah merupakan program tahunan BECAK BABEL yang menjadi wadah pertemuan generasi muda, khususnya pelajar, untuk terlibat aktif dalam penanganan dan pengelolaan sampah.
“Tujuan utamanya adalah mengedukasi generasi muda, melakukan rembuk sampah, dan menghasilkan rekomendasi program atau kegiatan lanjutan yang akan disampaikan kepada Pemerintah. Pada tahun ke-4 ini, BECAK BABEL berkolaborasi dengan BPDLH melalui program FOLU NC 2&3 serta DISPARBUDKEPORA Prov. Kep. Babel melalui FKP, karena kami mengangkat tema pengolahan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular melalui kewirausahaan sosial.
Para peserta dibekali pengetahuan tentang pilah-pilih sampah, gerakan PBLHS di sekolah, budidaya Maggot BSF, pengenalan Lubang Resapan Biopori, dan kewirausahaan sosial. Kami mengedepankan upaya adaptasi dan mitigasi ProKlim melalui kegiatan ini,” jelas Arinda.















