Ngaku Wartawan Senior, Febri Setiawan Diciduk Polisi karena Narkoba, Warga: Sudah Lama Meresahkan!  

Febri yang mengaku wartawan senior (Foto : Istimewa)

Bangka Barat, Asatu Online– Febri Setiawan (30), pria yang mengaku wartawan senior, ditangkap tim gabungan Polres Bangka Barat atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Febri dibekuk di rumah kontrakan di Desa Sinar Manik, Kecamatan Parittiga, Kamis (26/6/2025). Penangkapan dipimpin langsung KBO Satresnarkoba Ipda Juanda.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sabu. Febri tak berkutik saat diringkus.

Nama Febri memang sudah dikenal warga. Bermodal kartu pers, ia kerap mondar-mandir dari lokasi tambang ke rumah pengusaha, bahkan lintas kecamatan.

Alih-alih menjalankan tugas jurnalistik, pria ini justru sering bikin resah. Mulai dari menyewa mobil tanpa bayar hingga diduga memeras sejumlah narasumber dengan ancaman menaikkan berita.

Beberapa pengusaha, pejabat, hingga kolektor timah di Mentok mengaku pernah menjadi korban. Modusnya: ancam berita, lalu minta uang damai.

Penangkapan Febri pun disambut suka cita warga. Banyak yang mengungkapkan rasa lega hingga sumpah serapah di media sosial.

“Lama kami tunggu dia ketangkap. Malam itu kami tungguin di kontrakan, tapi nggak ketemu. Untung cepat diamankan polisi,” ujar Ali Hartono, tokoh pemuda Parittiga.

Ali mengungkap, pagi sebelum penangkapan, Febri sempat menyodorkan proposal ke pengusaha. Diduga untuk mencari dana beli sabu. Isinya, alasan kegiatan ulang tahun media atau kegiatan jurnalis.

“Alasannya macam-macam, kadang ulang tahun perusahaan, kadang pelatihan wartawan. Dulu pas bentrok sama kami, dia juga bawa proposal,” kata Ali.

Tak hanya itu, Febri juga sempat merintangi pekerjaan pengecoran jalan di depan kontrakannya. Ia berdalih tak ada izin galian C.

“Macam preman, nyetop orang kerja, bilang nggak ada izin. Udah macam orang gila kuasa,” ucap Ali kesal.

Kelakuan Febri juga sempat membuat geram kolektor timah di Mentok. Salah satunya, Rb, mengaku pernah diminta uang untuk “bensin”.

“WA saya malam-malam, nanya TI jalan apa nggak. Saya nggak jawab karena lagi salat Magrib. Eh, besoknya dia buat berita nyerang saya,” kata Rb.

Kasat Pol PP Bangka Barat, Sidarta Gautama, juga pernah menjadi sasaran. Namanya ditulis dalam berita bohong seolah terlibat TI ilegal dekat Komplek Pemda.

“Nek dilaporin tanggung, tapi kalau nggak dilaporin, makin jadi-jadi,” ujar Sidarta.

Dari kolom komentar Facebook, warga ramai-ramai mengungkap kegembiraan. Banyak yang mengaku pernah dirugikan.

Akun Ipal Yayan menulis, “Bukan main, kayak dia punya dunia ini.” Maharani Suzuu menambahkan, “Utang rental 2 hari nggak dibayar. Tuh la azab.”

Bahkan, salah satu akun bernama Alysia menyebut Febri sebagai “wartawan palsu”. “Habis duit kawan kami karena dia. Alhamdulillah ketahuan juga,” tulisnya.

Mengutip tintaberitababel.com, Febri ternyata merupakan residivis kasus Perlindungan Perempuan dan Anak. Ia sudah dua kali masuk penjara.

Ardi, warga Sinar Manik, menyebut Febri kerap bikin onar. “Pernah diamuk massa, tapi nggak jera. Sekarang malah kena narkoba. Banyak barang buktinya,” kata Ardi.

Ada informasi Febri dulunya Satpam di lingkungan PT Timah Tbk, Unit Penambangan Laut Mentok. Namun, info ini belum dikonfirmasi ke perusahaan.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha membenarkan penangkapan Febri.

“Terima kasih. Kami tetap tangani secara profesional,” ujar Kapolres lewat pesan singkat disertai emoji salam. (rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *