Ustad Yahya Waloni (Foto : Dok.Asatu)
Aceh, Asatu Online –Innalillahi wa Inna Ilayhi Raji’un, Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Segenap pimpinan perwakilan Media Asatu Online di Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Ustadz Dr. Yahya Waloni, seorang ulama, dai, dan Kristolog yang dikenal luas atas perjuangannya dalam dakwah Islam. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi umat.
Ustadz Yahya Waloni wafat pada hari Jumat, 6 Juni 2025, yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1446 H — hari yang penuh kemuliaan, yakni Hari Raya Idul Adha dan juga hari Jumat yang diberkahi. Beliau jatuh sakit sesaat setelah menyampaikan khutbah kedua di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Makassar, dan dinyatakan wafat dalam perjalanan menuju RS Bahagia Minasaupa.
Sosok beliau dikenal sebagai mantan pendeta yang akhirnya memeluk Islam dan kemudian mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan dakwah Islam. Tak terhitung jumlah orang yang beliau Islamkan, menandai kontribusi besar beliau dalam membela dan memperkuat akidah umat.
Wafatnya beliau di atas mimbar, di dalam rumah Allah, pada hari suci yang agung, adalah tanda-tanda kemuliaan dari Allah SWT. InsyaAllah, Ustadz Yahya Waloni mendapat Husnul Khatimah, wafat dalam keadaan suci dan terhormat, di jalan dakwah yang telah beliau perjuangkan dengan sepenuh hati.
Kami di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, merasa sangat kehilangan atas wafatnya sosok panutan yang selama ini berani menyuarakan kebenaran dan membela Islam di berbagai medan. Suara beliau yang lantang, dakwahnya yang tegas, dan keberaniannya akan terus kami kenang dan teladani.
Kami panjatkan doa terbaik untuk almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di sisi para nabi, syuhada, dan orang-orang saleh di Jannatul Firdaus. Al-Fatihah. Allahumma Aamiin.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga diberi kekuatan, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Umat Islam telah kehilangan salah satu pelitanya, namun cahaya dakwah beliau akan terus menyala.
Selamat jalan, Ustadz Yahya Waloni. Engkau kembali kepada-Nya di hari yang paling mulia, dalam keadaan berdakwah, dan di rumah Allah. Semoga Allah menyambutmu dengan rahmat dan ridha-Nya. (*)















