Banda Aceh, Asatu Online– Kantor Baitul Mal Provinsi Aceh ditemukan kosong saat jam kerja pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Tak satu pun pegawai terlihat di ruang kerja saat itu.
Kondisi ini menjadi sorotan lantaran Baitul Mal merupakan institusi vital dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Kekosongan kantor dikhawatirkan menghambat pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang datang mengajukan bantuan.
Saat dikonfirmasi, staf bagian pendistribusian, Ajirna, menyebut kekosongan kantor terjadi karena seluruh pegawai menghadiri acara takziah atas perintah langsung Kepala Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal.
“Memang benar, saat itu semua pegawai menghadiri takziah atas instruksi pimpinan,” ujar Ajirna kepada Asatuonline.id, Kamis (15/5/2025).
Sementara itu, staf lainnya, Yuwita, menjelaskan bahwa bantuan dari Baitul Mal kepada masyarakat miskin tetap harus melalui proses seleksi dan disesuaikan dengan program yang berlaku. “Pengajuan tetap diverifikasi dulu, tidak semua langsung disetujui,” katanya.
Namun, kondisi kantor kosong di jam kerja ini menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari LSM Badan Penelitian Aset Negara Provinsi Aceh. Perwakilan mereka, Tgk. Rohit, menilai tindakan Kepala Baitul Mal bertentangan dengan etika kerja ASN.
“Mereka digaji negara dari uang rakyat. Tapi saat jam kerja, justru diperintahkan meninggalkan kantor untuk urusan pribadi. Di mana tanggung jawabnya sebagai pimpinan?” tegas Tgk. Rohit.
Ia juga menyoroti praktik pelayanan di Baitul Mal yang disebutnya kerap tidak responsif terhadap masyarakat yang tidak memiliki ‘orang dalam’.
Meski disebutkan masih ada layanan piket, namun insiden ini dinilai mencerminkan lemahnya disiplin kerja di lingkungan Baitul Mal Aceh. Publik kini mendesak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk turun tangan dan melakukan evaluasi serius terhadap kinerja pegawai lembaga tersebut. (Marwan)














