Mulai April 2025, Pemegang KJP Bisa Rekreasi Gratis ke Ancol: Akses Hiburan Inklusif untuk Pelajar Jakarta

Jakarta, Asatu Online – Mulai April 2025, pelajar Jakarta penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dapat menikmati akses masuk gratis ke kawasan wisata Ancol Taman Impian. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang resmi diumumkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.

Inisiatif ini memperluas makna pendidikan yang selama ini hanya diasosiasikan dengan ruang kelas. Melalui akses rekreasi tanpa biaya, pelajar dari keluarga prasejahtera kini dapat merasakan manfaat hiburan edukatif di ruang terbuka publik, tanpa beban biaya tambahan.

KJP telah lama menjadi program strategis Pemprov DKI Jakarta untuk menjamin hak pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Namun kali ini, komitmen itu diperluas. Ancol dijadikan ruang terbuka untuk memperkaya pengalaman belajar non-formal—melalui eksplorasi, kreativitas, interaksi sosial, dan relaksasi mental.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif hiburan, tetapi juga sarana tumbuh kembang anak-anak Jakarta. “Kami ingin pelajar KJP tidak hanya menerima hak atas pendidikan, tetapi juga hak atas kebahagiaan. Ancol adalah bagian dari ruang tumbuh itu,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (17/4/2025).

Prosedur untuk menikmati fasilitas ini sangat mudah. Pelajar cukup membawa Kartu Jakarta Pintar dan kartu pelajar yang masih berlaku dan sesuai identitas. Petugas akan melakukan verifikasi di loket utama Ancol. Setelahnya, pelajar dapat langsung masuk tanpa dikenakan biaya.

Program berlaku setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu), hari libur nasional, serta selama masa liburan sekolah. Fasilitas ini dirancang untuk menjangkau sebanyak mungkin pelajar di waktu-waktu yang memang ideal untuk rekreasi keluarga.

Ancol bukan sekadar destinasi hiburan. Ia adalah ruang publik dengan beragam potensi edukatif. Pelajar bisa menikmati pantai dan jalur pedestrian yang ideal untuk olahraga ringan seperti jogging atau berjalan santai. Di Ecopark, mereka bisa belajar berkebun, berinteraksi dengan satwa, hingga mencoba fasilitas taman fitness dan bersepeda.

Tak hanya itu, pengalaman berkunjung ke Pasar Seni Ancol juga memperkenalkan pelajar pada ekosistem seni lokal—di mana mereka bisa menyaksikan langsung proses kreatif seniman, bahkan ikut serta dalam aktivitas melukis bersama.

Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya rekreasi sebagai bagian dari kualitas hidup, khususnya bagi kelompok rentan seperti pelajar dari keluarga berpenghasilan rendah. Dengan membuka akses ke ruang publik berkualitas seperti Ancol, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan bahwa kebahagiaan dan rekreasi adalah hak, bukan kemewahan. (Wh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *