Penumpang Tujuan Bali Kecewa Berat, Tiket Bus Tak Sesuai Nama dan Tempat Duduk

Oplus_131072

Jakarta, Asatu Online – Kekecewaan mendalam dirasakan sejumlah penumpang bus tujuan Gianyar, Bali, setelah mendapati ketidaksesuaian antara tiket yang dibeli dan bus yang akhirnya mereka naiki. Insiden ini terjadi di Terminal Terpadu Tipe A Pulogebang, Jakarta Timur, pada Rabu (9/4)/2025).

Empat penumpang yang telah membeli tiket dengan harga Rp600.000 dari agen resmi mengaku tertipu. Tiket yang mereka pegang tertera nama bus Nusa Bali, namun saat keberangkatan, yang datang justru bus lain bernama Jaya Abadi. Tanpa pemberitahuan atau alasan yang jelas, para penumpang dipaksa naik bus tersebut.

Tidak hanya itu, posisi tempat duduk yang tertera di tiket pun tidak sesuai dengan kenyataan. Tiga penumpang dipindahkan ke kursi bagian paling belakang, tepat di sebelah toilet yang menimbulkan ketidaknyamanan selama perjalanan. Satu penumpang lainnya bahkan harus duduk di kursi depan sebelah sopir – posisi yang tidak pernah mereka pilih.

“Kami merasa dibohongi. Tiketnya jelas tertulis ‘Nusa Bali’, tapi saat berangkat yang datang malah ‘Jaya Abadi’. Kami juga tidak diberi penjelasan yang jelas oleh pihak agen,” ujar Djuli kepada awak media pada Rabu (9/4/2025).

Djuli juga menyampaikan protes langsung kepada pihak pengelola terminal dan meminta kepala terminal untuk menindak tegas agen penjual tiket yang dianggap telah membohongi penumpang. Ia menyebut kejadian ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga secara psikologis karena membuat perjalanan terasa tidak nyaman dan penuh kekhawatiran.

Penumpang lainnya mengeluhkan bahwa tidak ada proses verifikasi ulang atau pendampingan dari petugas terminal untuk memastikan kesesuaian antara tiket dan armada bus yang berangkat. “Seharusnya terminal sebagai tempat resmi punya pengawasan yang lebih ketat,” ujar salah seorang penumpang lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari agen penjual tiket maupun pihak pengelola Terminal Pulogebang. Para penumpang berharap agar insiden ini tidak dianggap sepele dan menjadi evaluasi serius bagi pengelolaan moda transportasi darat, khususnya menjelang musim mudik dan liburan panjang. (Wh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *