Belitung, Asatu Online – Berawal dari coba-coba untuk konsumsi sendiri, siapa sangka sambal lingkong buatan Sundari kini mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Awalnya, tetangga yang mampir ke rumahnya tak sengaja mencicipi sambal lingkong buatannya dan langsung meminta dibuatkan lagi. Dari situ, peluang usaha pun mulai terbuka lebar.
Usaha Sundari semakin berkembang pesat setelah ia menjadi mitra binaan PT Timah pada awal tahun 2002, berkat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja. Dukungan dari PT Timah menjadi pintu gerbang bagi legalitas usaha yang lebih kuat, mulai dari perolehan sertifikasi BPOM, sertifikat halal BUMN, hingga HAKI.
“Semenjak jadi mitra binaan, Alhamdulillah modal bertambah sehingga produksi sambal lingkong bisa ditingkatkan. Kami juga sering diajak ikut pameran dan bazar oleh PT Timah,” ujar Sundari dengan penuh rasa syukur, Jumat (21/3).
Menembus Pasar Nasional hingga Internasional
Berbekal dukungan dan kerja keras, Sambal Lingkong Caesar Fa’iq kini dikenal luas. Produk ini sudah tersebar di berbagai toko oleh-oleh, Rumah BUMN, dan minimarket di Belitung. Tak hanya merambah pasar lokal, sambal lingkong ini juga sukses dipasarkan ke kota besar seperti Jakarta dan Semarang, bahkan menembus pasar internasional seperti Taiwan dan Australia.
Sundari memastikan bahwa seluruh produknya menggunakan bahan-bahan alami dan berkualitas tinggi. Namun, meski sudah berkembang pesat, ia mengakui masih menghadapi kendala dalam hal kapasitas produksi dan tenaga kerja.
“Saat ini saya dan suami masih mengerjakan semuanya sendiri. Sebenarnya permintaan pasar cukup banyak, tapi kadang kami tidak sanggup memenuhinya karena tenaga kerja terbatas,” ungkapnya.
Inovasi Produk dan Harapan Dukungan Berkelanjutan
Melihat tingginya permintaan dan peluang pasar yang semakin besar, Sundari berencana meluncurkan produk baru berupa Kemplang Ikan dan Kemplang Udang. Ia berharap PT Timah tetap mendampingi dan terus memberikan dukungan agar usaha yang dirintisnya dapat berkembang lebih pesat.
“Nanti kalau sudah ada tambahan tenaga kerja, saya ingin memproduksi kemplang ikan dan udang sebagai inovasi baru. Sebagai mitra binaan, saya berharap PT Timah tetap memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” katanya. [*]















