Aceh Besar, Asatu Online – Pengurus Majelis Ulama Nanggroe (MUNA) Kota Banda Aceh melakukan takziyah ke Dayah Babul Maghfirah, Cot Keu’ung, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Kamis (19/12/2024). Kunjungan ini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Drs. Tgk H Muhammad Ismi, Lc MA, atau Abu Madinah, seorang ulama kharismatik yang wafat meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam di Aceh.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua MUNA Banda Aceh, Tgk H Abdul Azis. Dalam sambutannya, Abdul Azis menyampaikan rasa kehilangan yang sangat besar atas berpulangnya Abu Madinah.
“Kami merasa sangat kehilangan sosok almarhum yang menjadi teladan bagi umat. Beliau adalah ulama kharismatik yang tak hanya membimbing umat dengan ilmunya, tetapi juga menjadi panutan dalam akhlak dan dedikasi untuk Islam. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi Aceh,” ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, rombongan MUNA juga memanjatkan doa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mereka turut menguatkan keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tabah menghadapi musibah ini.
Abu Madinah adalah pendiri sekaligus pengasuh Dayah Babul Maghfirah, sebuah lembaga pendidikan agama yang berperan vital dalam mencetak generasi Islam di Aceh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal aktif berdakwah baik di tingkat lokal maupun nasional, meninggalkan warisan ilmu dan nilai-nilai keislaman yang mendalam.
Tak hanya rombongan MUNA, tokoh agama, masyarakat, dan para santri juga turut hadir dalam takziyah tersebut. Suasana haru terasa kuat, mencerminkan besarnya rasa kehilangan atas sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat.
Dayah Babul Maghfirah, yang menjadi pusat pendidikan agama terkemuka di Aceh, kini menjadi saksi atas perjuangan almarhum dalam membina generasi muda. Kepergian Abu Madinah meninggalkan duka yang mendalam, namun juga semangat untuk meneruskan perjuangan beliau. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan husnul khatimah.
Penulis : Marwan
Editor : Wahyu














