MAPAN Komitmen Dukung Pemekaran Bangka Utara

Mulkan SH, MH saat berkampanye di Belinyu, pada Jumat 25 Oktober 2024 (Foto : Ist)

Belinyu, Asatu Online — Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka, MAPAN (Mulkan-Ramadian), menegaskan komitmen mereka mendukung penuh pemekaran Bangka Utara. Hal ini disampaikan H. Mulkan, SH, MH, saat kampanye dialogis di Kampung Simpang Tiga, Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Jumat (25/10/2024).

“Soal pemekaran, saya dan Ramadian sangat mendukung. Bahkan, saya yang menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait pemekaran ini saat masih menjadi anggota DPRD,” ungkap Mulkan.

Mulkan menjelaskan bahwa dasar hukum pemekaran Bangka Utara sudah ditetapkan dalam Perda No. 1 Tahun 2001, yang disusun dan ditandatanganinya sendiri.

“Tidak ada alasan saya tidak mendukung pemekaran. Saat Perda itu dibuat, saya masih anggota dewan dan turut bertanggung jawab atas pembentukannya,” tegasnya.

Tepis Tuduhan Tidak Mendukung Pemekaran

Mulkan juga membantah anggapan bahwa dirinya dan Ramadian tidak mendukung rencana ini.

“Jika ada yang bilang kami tidak mendukung pemekaran, itu tidak benar. Ramadian adalah putra asli Belinyu, tentu dia sangat mendukung,” tandasnya.

Menurutnya, isu pemekaran Bangka Utara selalu muncul setiap periode pemilihan. “Jangan hanya dijadikan janji palsu. Kalau memang mau pemekaran, ya harus serius diurus,” ujar Mulkan dengan nada tegas.

Klarifikasi Terkait Tuduhan Borong Partai

Dalam kesempatan tersebut, Mulkan juga mengklarifikasi tuduhan yang menyebut dirinya dan Ramadian “memborong partai” untuk mendapatkan dukungan. Menurutnya, pasangan MAPAN didukung oleh 10 partai politik, namun dukungan itu diperoleh secara alami tanpa ada upaya monopoli.

“Kami baru mendeklarasikan diri untuk maju di awal September, sedangkan pendaftaran Pilkada berlangsung hingga 29 September dan diperpanjang hingga 4 September. Jadi, tidak benar kalau disebut kami borong partai,” jelasnya.

Program yang Hilang Setelah Masa Jabatan

Mulkan menyayangkan sejumlah program yang ia inisiasi saat menjabat tidak dilanjutkan oleh pemerintah setelah masa jabatannya berakhir. Program-program tersebut meliputi insentif sebesar Rp300 ribu untuk guru PAUD, TK, dan TPA; bantuan modal usaha bagi UMKM dengan bunga nol persen tanpa agunan; insentif bagi marbot masjid; hingga kebijakan pengurangan gaji honorer sebesar 50 persen.

“Setelah kami keluar, semua program itu tidak lagi di bawah kendali kami,” tambahnya.

Ramadian: Keberhasilan Mulkan Jadi Alasan Berpasangan

Ramadian menyatakan bahwa alasan dirinya bergabung dengan Mulkan dalam Pilkada ini adalah keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan Mulkan selama menjabat.

“Saya sudah mengenal Pak Mulkan sejak lama, bahkan sebelum saya menjadi anggota dewan, ketika masih bekerja di tambang timah,” kenang Ramadian.

Ia menilai bahwa program-program yang dijalankan Mulkan selama ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

Laporan wartawan : Dei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *