Babel  

Air PDAM Beltim Keruh Akibat Aktivitas Tambang Ilegal, Warga Keluhkan Dampaknya  

Belitung Timur, Asatu Online – Kepala PDAM Beltim mengungkapkan bahwa keruhnya air PDAM yang didistribusikan kepada masyarakat disebabkan oleh aktivitas tambang ilegal jenis Tambang Inkonvensional (TI) rajuk yang beroperasi di sekitar lokasi kolong PDAM Beltim.

Keberadaan TI ilegal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, Gantung, Kabupaten Belitung Timur, menjadi penyebab utama kualitas air baku PDAM yang terus memburuk.

“Keruhnya air ini disebabkan oleh tambang TI rajuk yang beroperasi di sekitar area PDAM. Produksi air sudah kami maksimalkan, namun akibat penambangan ini, kualitas air terus terganggu,” ujar Kepala PDAM Beltim, Muhammad Zubir, saat dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (21/10/2024).

Keluhan dari pelanggan PDAM terus meningkat akibat buruknya kualitas air. Beberapa warga yang tinggal di sekitar belakang Polsek Gantung menyampaikan rasa kecewa mereka kepada media, menyebutkan bahwa air yang mereka terima sangat keruh dan tidak layak digunakan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk gatal-gatal.

“Air di rumah saya selalu keruh. Setiap pagi saya menguras bak penampungan, tapi siangnya air sudah kotor lagi. Saya takut ini bisa menimbulkan penyakit. Menurut informasi, ada lebih dari 50 tambang TI rajuk di sekitar PDAM yang menyebabkan kondisi ini,” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Keberadaan tambang TI rajuk ini tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga menimbulkan masalah kesehatan. Air keruh yang didistribusikan oleh PDAM dinilai tidak layak untuk digunakan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan minum.

Iwan, salah satu pengurus tambang TI rajuk, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengakui adanya pungutan terkait operasional tambang tersebut.

“Setiap ponton tambang dikenakan iuran sebesar Rp 250.000 per minggu. Hasil iuran ini diserahkan kepada Kanit Reskrim Polsek Gantung, IPDA Bima,” ungkap Iwan.

Warga dan pelanggan PDAM berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Mereka berharap kualitas air PDAM dapat segera dipulihkan agar tidak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari serta menghindari dampak kesehatan yang lebih serius.

Dengan adanya pengaduan yang terus meningkat dari warga, harapan besar tertuju kepada pihak berwenang untuk segera mengambil langkah yang diperlukan, baik untuk menertibkan tambang ilegal maupun memulihkan kualitas air yang layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Laporan wartawan: Qobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *