Skandal KUR Pangkalpinang: Temuan Audit Ungkap Potensi Kerugian Besar di Bank Sumsel Babel

  • Bagikan

Pangkalpinang, Asatu Online – Bank Sumsel Babel Cabang Pangkal Pinang menghadapi masalah serius terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp20.209.000.000,00 kepada 417 debitur.

Temuan dari Laporan Hasil Audit Divisi Audit Intern Nomor 05/ADT/1.2/R/2023 tanggal 28 Maret 2023 mengungkapkan kelemahan signifikan dalam proses pemberian KUR Khusus yang melibatkan PT HKL.

Kerja sama antara Bank Sumsel Babel dan PT HKL yang ditujukan untuk membantu petani binaan ternyata menyimpan masalah besar. Audit internal menemukan bahwa pencairan 417 kredit dilakukan secara tunai oleh Direktur PT HKL, sementara hasil konfirmasi menunjukkan para debitur tidak pernah mengajukan atau menerima kredit tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas dan transparansi proses penyaluran dana.

Lebih lanjut, data per 30 Juni 2023 menunjukkan Cabang Pangkal Pinang memiliki tingkat kredit macet tertinggi di antara cabang Bank Sumsel Babel lainnya, dengan Non-Performing Loan (NPL) mencapai 25,85%. Segmen KUR menjadi yang paling bermasalah, mencakup 54,47% dari total kredit tidak lancar di cabang tersebut.

Hasil audit juga mengungkapkan bahwa 417 debitur yang terafiliasi dalam KUR kemitraan PT HKL memiliki total pinjaman sebesar Rp20.209.000.000,00. Penemuan ini mengindikasikan adanya potensi kerugian besar bagi Bank Sumsel Babel dan menuntut tindakan segera untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Menanggapi penyimpangan dana KUR di Bank Sumsel Babel, Feriyandi, Ketua BPI KPNPA RI DPD Sumsel, berencana melaporkan hal ini secara langsung ke Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

“Dalam waktu dekat, kita akan sampaikan laporannya ke Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung,” kata Feriyandi, Rabu (19/6).

Feriyandi juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam penyaluran kredit dan kerja sama dengan pihak ketiga. “Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan,” ungkapnya. (**)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *