Diberitakan Sepihak, Kepsek SMP Negeri 5 Sungailiat Meminta Media Untuk Membuat Klarifikasi 

  • Bagikan

Screenshot berita yang telah dinaikan di media online prabuRI.com.

Sungailiat, Asatu Online – Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Sungailiat Drs.Dahlan Simangunsong merasa di dzolimi oleh sebuah media online, sebagai kepala sekolah dirinya diberitakan oleh media itu dengan judul ” Ketua DPD LSM LMPN Babel Abdul Rais Sangat Kecewa Dengan Kinerja SMPN 5″.

Pasalnya, penerbitan berita itu tanpa konfirmasi kepada dirinya baik secara langsung ataupun melalui telepon dan atau melalui pesan whats App.

“Saya merasa di dzolimi oleh sebuah media online yang terbit tanggal 2 Februari 2023 dengan judul ” Ketua DPD LSM LMPN Babel Abdul Rais Sangat Kecewa Dengan Kinerja SMPN 5″, berita itu terbit tanpa ada konfirmasi kepada dirinya,” kata Kepsek Dahlan, Jumat (3/2/2023).

Diakuinya, terkait permasalahan anak tersebut, pihak sekolah sudah menegur langsung anak tersebut untuk tidak mengikuti kegiatan mata pelajaran agama non muslim, namum saat ditanyakan kepada anak tersebut, mengapa masih mengikuti pelajaran agama non muslim, anak tersebut menjawab atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun.

“Sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin melarang anaknya pak Abdul Rais untuk mengikuti pelajaran agama non muslim, namun anak tersebut berkeras ikut atas kemauan sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak sekolah ataupun guru-guru disekolah,” terangnya.

Selanjutnya, Dahlan menyampaikan, pagi tadi Jumat (3/2/2023) pak Abdul Rais ada datang ke sekolah meminta surat pindah anaknya, namun persyaratan pindah sekolah belum lengkap, jadi pihak sekolah belum memberikannya.

“Tadi, Jumat (3/2/2023) pak Abdul Rais datang ke sekolah untuk meminta surat pindah sekolah untuk anaknya, namun karena persyaratan yang diminta oleh sekolah belum lengkap seperti rekomendasi dari sekolah penerima itu belum ada, jadi pihak sekolah SMP Negeri 5 Sungailiat belum memberikan surat pindahnya, karena tidak tau mau pindah kemana,” tutur Dahlan.

Kemudian, kata Dahlan, apabila pihak media tersebut tidak datang ke sekolah untuk membuat klarifikasi terkait berita yang diterbitkannya secepat mungkin, dirinya akan melaporkan wartawan dan media itu kepada Dewan Pers.

“Sebagai orang yang dirugikan dari berita itu, jika tidak di klarifikasi secepat mungkin, kita akan laporkan ke DP, nanti kita utus orang ke Jakarta,” pungkasnya.

Loading

Penulis: Tama
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *