STAI Al-Fatah Bogor Wisuda 36 Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam

  • Bagikan

Wakil Kepala Peliputan Kantor Berita MINA, Sri Astuti, menjadi wisudawan terbaik pada Sidang Senat Terbuka STAI Al-Fatah ke-VII di Aula Insan Mandiri Cibubur, Jati Sampurna, Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat, Minggu (3/7/2022). (Foto: Istimewa)

Bekasi, Asatu Online – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi Bogor mewisuda 36 Sarjana dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Sidang Senat Terbuka STAI Al-Fatah ke-VII di Aula Insan Mandiri Cibubur, Jati Sampurna, Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat, Minggu (3/7/2022).

Sidang Senat Terbuka tersebut dipimpin oleh Kepala STAI Al-Fatah Ahmad Soleh, S.Pd.I., M.A., dan Surat Keputusan Kelulusan Sarjana dibacakan oleh Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Deni Rahman, S.Sos.I., MIKom.

Pada acara wisuda tersebut, sebanyak tujuh wartawan Kantor Berita MINA termasuk di antara 36 wisudawan Sarjana S1 Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAI Al-Fatah ke-VII itu, bahkan Wakil Kepala Peliputan Kantor Berita MINA, Sri Astuti menjadi wisudawan terbaik.

Turut hadir pada wisuda tersebut, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis yang didaulat menyampaikan orasi ilmiah, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Silaturahim Jatikarya (YPSJ) Ichsan Thalib, Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Arief Rahman, Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA Ismet Rauf, dan Pendiri Radio Silaturahim dan Presidium MER-C Faried Thalib.

Acara itu juga dihadiri Pembina Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia Ustaz Abul Hidayat Saerodjie, Kepala STAI Al-Fatah pertama dan kedua, Ustaz Agus Sudarmaji dan Ustaz Wahyu Iwa Sumantri, para dosen, keluarga alumni, wali, dan kerabat wisudawan dari berbagai daerah.

Ketua Pembina STAI Al-Fatah Imaam Yakhsyallah Mansur dalam tausiahnya pada acara wisuda itu menyampaikan, Agama Islam mengajarkan umat manusia untuk selalu menuntut ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

“Untuk itu para wisudawan di sekolah kampus jihad ini harus dapat mengamalkan ilmunya dalam kehidupan nyata dan mengajarkannya kepada orang lain,” ujarnya.

Imaam Yakhsyallah juga mengemukakan, ilmu dipandang bermanfaat apabila memenuhi kriteria bahwa ilmu itu dapat meningkatkan pengetahuan pemiliknya akan Allah; dapat membantu mengembangkan masyarakat dan merealisasikan tujuan-tujuannya; dapat membimbing orang lain serta dapat memecahkan berbagai problematika masyarakat.

Sementara itu dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Amany Lubis berpesan agar para wisudawan menjadi jurnalis dan da’i yang menyampaikan pesan dakwah Islam washatiyah yang menekankan pentingnya perdamaian dan toleransi.

“Menjadi jurnalis dan dai yang menjunjung tinggi Washatiyah sebagai mana menjadi ummatan wasathan berarti kita melaksanakan kebaikan dengan berkeadilan serta menimbang pikiran agar tetap berada di jalur yang benar,” katanya

Dia juga menyampaikan kepada para wisudawan yang akan menjadi jurnalis dan da’i untuk menuliskan dan menyampaikan hal-hal yang selalu terkait dengan moralitas.

“Terakhir saya berpesan terkait perlunya menguasai bahasa internasional. Kuasai bahasa Arab, Inggris, Mandarin, Turki, atau bahasa apapun. Niatkan juga untuk mempelajari Bahasa Arab tiap hari setengah jam setiap subuh, misalnya. Pasti anda dapat menguasai bahasa tersebut, baik dalam menyampaikan, menulis, maupun mengungkapkannya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala STAI Al-Fatah Ahmad Soleh, S.Pd.I., M.A, mengatakan, studi atau kuliah yang baik adalah studi yang selesai dengan pencapaian gelar sarjana, magister, spesialis ataupun hingga doktor.

“Kepada para orangtua dan wali, kami ucapkan selamat atas raihan putra atau putri Bapak dan Ibu semua. Kami juga berharap kepada wisudawan agar tetap menjalin komunikasi dengan kampus di masa mendatang,” kata Ahmad.

Kepala STAI Al-Fatah juga berpesan kepada para wisudawan bahwa sebagai bagian dari insan akademis, mereka tidak hanya boleh berbangga atas IPK yang diraih, namun bangga saat mampu menerapkan kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosionalnya.

STAI Al-Fatah sendiri berlokasi di Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi Bogor dan berdiri sejak 2 Maret 2000 serta dirintis oleh Imaam Muhyiddin Hamidy (alm) yang sebelumnya cukup lama berdinas di jajaran pimpinan Kantor Berita Antara serta pendiri Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).

Mahasiswa STAI Al-Fatah berasal dari berbagai daerah seperti dari Jabotabek, Jateng, Jabar, hingga dari Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Ambon, sampai Papua. Juga dari lintas negara, seperti dari Filipina dan Thailand.

Beberapa alumni STAI Al-Fatah telah berkiprah dalam berbagai bidang profesi, seperti di dunia pers, pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Dalam dunia pers, lulusannya aktif di berbagai media massa cetak, elektronik, dan online, baik di daerah maupun nasional dan internasional, termasuk berkiprah sebagai wartawan MINA dan radio-tv RASIL. (man)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *