Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C Siap Kirim Tim Bedah      

  • Bagikan

Lembaga kegawatdaruratan medis MER-C pada 24 Juni 2022 menggelar jumpa pers di Jakarta terkait rencana pengiriman tim bedah untuk memberikan bantuan medis bagi korban gempa bumi di Afghanistan (Dok. MER-C Indonesia)

Jakarta, Asatu Online – MER-C Indonesia sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam dalam waktu dekat akan mengirimkan tim medis ke Afghanistan yang diguncang bencana gempa bumi dahsyat pada 22 Juni 2022.

Siaran pers Ketua Presidium MER-C Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad, Sabtu (25/6/2022) menyebutkan, sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat.

MER-C juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI untuk bisa segera memberikan pertolongan kepada para korban.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia pernah mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan saat terjadinya gempa besar di Bam Iran pada 2004 silam, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam tim tersebut.

Ketua Presidium MER-C Indonesia juga mengajak para donatur untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa di Afganistan melalui Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan di BSI (ex BSM) dengan Nomor Rek. 701.565.8918 atas nama Medical Emergency Rescue Committee.

Disebutkan, gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost yang terletak di dekat perbatasan Afghanistan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri.

Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukannya pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka.

Gempa bumi itu menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh pihak asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi negara itu. (tama)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *