Guna percepatan Penanganan Stunting, Bupati Bangka Buka kegiatan Melalui KPM

  • Bagikan

Bangka, Asatu Online – Bupati Bangka Mulkan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam angka percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bangka, dinovila Resort Sungailiat (07/06/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Bangka mengatakan, stunting salah satu musuh kita yang harus betul – betul kita tangani bersama, karena menghambat regenerasi kedepan. dan sebagai pemangku jabatan kita harus mengelolah terhadap stunting ini mulai dari penanganan awal perkawinan, faktor awal yang harus ditangani bersama,” kata Bupati Mulkan.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan undang – undang, usia perkawinan untuk perempuan maksimal 19 tahun sedangkan untuk laki – laki 21 tahun. Salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi angka stunting, adalah bentuk perhatian serius Pemerintah mencegah stunting yang harus implementasikan di daerah.

“Ini salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi meningkatnya angka stunting. Kita melakukan konvergensi ada beberapa stakeholder sampai ke media melalui pemberitaan sosialisasi untuk mengelola stunting ini, dan harus terus dipertahankan,” jelas Mulkan.

Bupati Bangka menjelaskan, kerja sama yang dilakukan banyak pihak itu diakui cukup berhasil menekan angka stunting di kabupaten Bangka.

“Alhamdulillah ini menghasilkan progres yang menggembirakan. 32,27 persen tahun 2017 kita terus diminta pusat menurunkan ini, buah dari kerja keras semua stakeholder tahun 2019 turun 9,8 persen sehingga di Kementrian kita menjadi narasumber, bagaimana kiat – kiatnya bisa mencapai itu dan saat ini stunting kita berada diangka1,94 persen, target 2023 zero stunting,” ungkapnya.
Oleh karena itu Mulkan berharap para kader dapat selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat di setiap desa di Kabupaten Bangka.

Asupan makanan bergizi harus diperhatikan, nutrisi harus seimbang empat sehat lima sempurna, dari faktor lingkungan juga harus diperhatikan, kalau stunting dialami kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak kita terganggu. Harapan kami kepada para kader memberi penyuluhan kepada masyarakat di desa masing – masing,” tutup mulkan.(Sari)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *