Ponpes Tahfidz Nurul Jannah Pandeglang Selenggarakan Workshop Jurnalistik Dasar

  • Bagikan

Ponpes Nurul Jannah Al-Bantani (NJA) Tamanjaya, Sumur, Pandeglang Banten hari Ahad (3/10/2021) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Dasar untuk para santri di ponpes tersebut (Foto: Istimewa)

Pandeglang, Banten, Asatu Online- Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Nurul Jannah Al-Bantani (NJA) Tamanjaya, Sumur, Pandeglang Banten, hari Ahad (3/10/2021) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Dasar.

Pengasuh NJA Ustadz Ali Farkhan Tsani dalam sambutan pembukaan mengatakan, workshop tersebut bertujuan mengeksplorasi budaya literasi baca dan tulis generasi Qurani berwawasan global.

“Surat yang pertama turun Al-‘Alaq, diawali dengan Iqra’. Berarti para santri harus menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan. Melalui membaca berbagai literatur inilah akan terbuka cakrawala dan wawasan santri,” ujar alumni Muassasah Al-Quds Ad-dauliyah Yaman itu.

Ia lebih lanjut menekankan, setelah banyak membaca, para santri harus banyak belajar menulis.

“Santri-santri nanti diwajibkan membaca buku bacaan sepekan satu buku. Terus dirangkum, diketik di komputer, dan tulisannya dipajang di mading sebagai kreasi santri,” lanjut Ustadz Ali Farkhan yang juga penulis buku-buku keislaman itu.

Ia juga berharap para santri nantinya dapat menjadi hafidz Quran berwawasan global yang dapat menerapkan kandungan Al-Quran di tengah masyarakat.

“Ke depan insya Allah akan terlahir para pemimpin, tokoh, ekonom, pengusaha, pejabat dan orang-orang sukses di bidangnya masing-masing, sebagai generasi terbaik yang memiliki basis Al-Quran di dalam jiwanya,” lanjutnya, mengutip Surat Ali Imran ayat 110.

Hadir sebagai mentor, H Mohammad Anthoni, Ketua Muslim Youth Forum on Internasional Issues yang juga wartawan senior dari Jakarta.

“Menulis itu keterampilan bahasa yang memerlukan proses, dan tidak dibawa sejak lahir. Namun bisa diperoleh melalui pembelajaran,” ujar Anthoni yang berpengalaman sekitar 30 tahun sebagai wartawan Kantor Berita ANTARA.

Ia menekankan kepada para santri bahwa menulis itu memerlukan latihan rutin, rajin menambah wawasan dan pengetahuan, mau terus belajar, dan yang paling penting gemar membaca.

Anthoni juga berharap workshop jurnalistik santri akan terus berlanjut dan dapat mengantarkan santri-santri tahfidz pandai menulis sebagai bagian dari aktivitas dakwah.

Ponpes Tahfidz Al-Quran Nurul Jannah Al-Bantani itu sendiri terletak di jalur Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang. Ponpes tersebut menjadikan materi Jurnalistik sebagai pelajaran wajib bagi santri-santrinya.

Ponpes di atas lahan seluas 8 hektar itu memberikan beasiswa tahfidz untuk santri-santrinya dari kalangan dhu’afa pada tingkat SMP-SMA.

Program unggulan lain selain Tahfidz Al-Quran dan Jurnalistik adalah Muhadharah Dakwah dan pengembangan wira usaha berbasis pertanian dan peternakan.

Para santri di ponpes itu bisa belajar dengan nyaman karena jauh dari keramaian kota dan dekat dengan pantai (sekitar 2 km) serta berlokasi di lahan hijau dan segar.

Kondisi lingkungan seperti itu diharapkan memudahkan para santri menghafal Al-Quran serta lebih cepat dan fokus dalam belajar agama Islam dan ilmu pengetahuan.

Direncanakan tahun depan Ponpes Nurul Jannah Al-Bantani akan membuka Lembaga Pendidikan Jenjang SMA/MA, terutama untuk memenuhi harapan warga. Sekolah jenjang SMA/MA terdekat berjarak sekitar 20 km dari desa Tamanjaya.

“Kendaraan yang masih jarang dan akses jalan yang belum memadai, membuat banyak anak-anak usia SMA di sini tidak dapat melanjutkan sekolah sebagaimana mestinya,” kata Ustadz Ali Farkhan Tsani..(red)

 375 total views

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *