Imaam Yakhsyallah Mansur raih Penghargaan Muhyiddin Hamidy 

  • Share

Imaam Yakhsyallah Mansur (dua, kanan) menerima Penghargaan “Muhyiddin Hamidy” dari Kantor Berita MINA pada Festival Muharram 1443 H di Jakarta tanggal 28 Agustus 2021. Penghargaan diserahkan oleh perwakilan keluarga almarhum H Muhyidin Hamidy (Foto: Istimewa)

Jakarta, Asatuonline.id– Kantor Berita MINA (MINA News Agency) dalam rangkaian menyambut Bulan Muharram 1443 Hijriyah/2021 Masehi memberikan “Penghargaan Muhyiddin Hamidy” kepada Pimpinan Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, Imaam Yakhsyallah Mansur.

Siaran pers Ketua Panitia Festival Muharram 1443 H/2021 M, Rana Setiawan, Minggu (29/8/2021) menyebutkan, penghargaan yang diberikan pada Festival Muharram tanggal 28 Agustus 2021 itu merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap Imam Yakhsyallah selaku penulis paling produktif dan inspiratif di Kantor Berita MINA.

MINA yang didirikan pada 2012 itu sendiri merupakan kantor berita umum yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan menyiarkan berita dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

Menurut Rana Setiawan, Imaam Yakhsyallah menyatakan bersyukur sehubungan diterimanya Penghargaan Muhyiddin Hamidy tersebut serta berharap penghargaan itu dapat memotivasi dirinya untuk lebih giat menulis.

Penghargaan Muhyiddin Hamidy untuk Penulis Produktif dan Inspiratif 2021 itu diserahkan kepada Imaam Yakhsyallah oleh perwakilan keluarga H Muhyiddin Hamidy, yakni Ahmad Tawakkal Ramadhan dan Onny Firyanti yang didampingi oleh Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Arief Rahman dan Pemimpin Redaksi Ismet Rauf.

Imaam Yakhsyallah mengatakan, penghargaan tersebut sejatinya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy dan keluarga. Ia juga mendo’akan semoga tulisan-tulisannya dapat menjadi amal jariyah untuk almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy.

Sementara itu Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Arief Rahman mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap karya-karya terbaik dan menginspirasi dari Imaam Yakhsyallah yang diterbitkan di website MINA, Minanews.net selama kurun waktu setahun ini.

Nama Penghargaan Muhyiddin Hamidy sendiri diambil dari nama salah seorang pendiri dan pemimpin umum/pemimpin redaksi pertama Kantor Berita MINA, H. Muhyiddin Hamidy (1933-2014).

Pemberian penghargaan itu merupakan bagian dari program Festival Muharram MINA 1443 H/2021 M dan rencananya akan diselenggarakan setiap tahun, tepatnya di bulan Muharram. Dalam Festival Muharram 2021 juga digelar peluncuran buku “Mutiara Al-Qur’an untuk Kesehatan”, karya terbaru KH Drs Yakhsyallah Mansur, MA.

Dalam acara tahunan itu Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi dan Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad menyampaikan testimoni atau komentar tentang buku tersebut. Selain itu juga digelar program Web Seminar (Webinar) Internasional dengan tema “Solusi Al-Quran pada Masa Pandemi dan Krisis Kesehatan”.

Kantor Berita MINA juga menyerahkan donasi berupa santunan dari mitra-mitra MINA bagi anak-anak yatim secara simbolis dalam rangka memberikan semangat positif dan berbagi di masa pandemi dengan mengambil keutamaan di bulan Muharram.

Biografi Muhyiddin Hamidy

Muhyiddin Hamidy lahir pada 21 Desember 1935 Masehi atau bertepatan dengan 16 Ramadhan 1354 Hijriyah di Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Hamidy merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara yang lahir dari pasangan Hamid dan Siti Hadijah binti Sulaiman.

Ia berkiprah menjadi wartawan sejak belia. Pada 1951, di umurnya yang masih muda, Hamidy dipercaya menjadi pemimpin redaksi buletin keluarga di Bukit Tinggi. Kepindahannya ke Jakarta tidak membuat semangatnya sebagai wartawan luntur. Ia justru kembali masuk ke dunia kewartawanan pada 1954.

Mulai dari majalah Merah Putih, Harian Pemuda, Kantor Berita Arabian Press Broad (APB), memimpin harian Aman Makmur di Padang, kemudian ditugaskan di Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA selama 40 tahun.

Jabatan paling lama yang dipercayakan kepadanya adalah sebagai Sekretaris Lembaga yang merupakan orang kedua di kantor berita nasional itu.

Pada 1970-1973 Muhyiddin Hamidy dipercaya menjadi Ketua PWI Pusat dan tahun selanjutnya (1973-1978) menjadi Wakil Ketua Dewan Pelaksana Bidang Organisasi dan Kesejahteraan PWI Pusat, hingga seterusnya mendapat jabatan penting di Dewan Pers dan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS).

Sejak awal karirnya sebagai wartawan Hamidy telah menjadikan profesi wartawan dan media massa sebagai tempat jihad. Di hari-hari sepuh, semangat jihad itu tetap dilaksanakannya. Tahun 2000 ia mendirikan STAI Al-Fatah yang memiliki Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Selanjutnya, khusus untuk memperkuat dakwah Islam, Hamidy mendirikan kantor berita dengan tiga bahasa, yakni Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency). Kantor Berita itu didirikan sebagai media jihad, terkhusus untuk perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.

Kehadiran MINA itu sendiri merupakan tindak lanjut yang nyata dari hasil-hasil Konferensi Internasional Pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina yang diselenggarakan di Bandung pada Juli 2012.

MINA didirikan atas kerjasama Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Aqsa Working Group (AWG) serta Radio Silaturahim (Rasil) serta didukung oleh tokoh pendidikan yang juga pengusaha Sonny Sugema.

Muhyiddin berharap MINA menjadi ‘juru bicara’ kaum muslimin dalam menyampaikan amar ma’ruf dan nahi mungkar, terutama dengan mendukung pembebasan Masjid Al Aqsa dan kemerdekaan Palestina..(**)

 

 

 84 total views

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *