Caption : Akses alternatif di kawasan Tanggul Sungai Angke.
Bekasi, Asatu Online — Di tengah berlangsungnya proyek rehabilitasi Jembatan Arhanud yang menghubungkan jalur Bojong–Buni, akses alternatif di kawasan Tanggul Sungai Angke, Jalan Irigasi, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menjadi tumpuan masyarakat untuk menghindari kemacetan.
Jalur yang melintasi akses kompleks perumahan Segara City tersebut dimanfaatkan warga sebagai jalan alternatif, terutama bagi para pekerja dan anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi kawasan tersebut.
Keberadaan jalur ini dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat di tengah terganggunya akses utama akibat pekerjaan rehabilitasi jembatan. Namun, pemanfaatan akses alternatif tersebut juga memunculkan perhatian terkait keamanan dan dugaan adanya pungutan terhadap pengguna jalan.
Maulana, warga Desa Pahlawan Setia, mengatakan jalur alternatif tersebut dibuka atas dasar kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan akses perjalanan selama proyek rehabilitasi jembatan berlangsung.
“Kami sebagai warga sangat prihatin apabila terjadi kemacetan, terutama bagi para pekerja dan anak-anak sekolah. Jalur alternatif ini kami buat karena adanya proyek rehabilitasi jembatan Arhanud menuju Desa Bojong–Buni,” ujar Maulana kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).
Bantah Dugaan Pungli
Menanggapi adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif tersebut, Maulana secara tegas membantah tudingan tersebut.
Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan pengguna jalan bersifat sukarela dan tidak ada penetapan nominal tertentu oleh warga maupun relawan yang berjaga.
“Mengenai adanya pungli kepada pengguna jalan, itu tidak benar. Pengguna memberikan seikhlasnya dan kami tidak memungut besaran harga tertentu,” tegasnya.
Menurut Maulana, keberadaan warga dan relawan di jalur alternatif tersebut bukan semata-mata untuk membantu kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melintas dengan aman.
Ia menyebut, dirinya bersama relawan dari Desa Pahlawan Setia dan Desa Segara Jaya melakukan penjagaan selama 24 jam guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sepanjang jalur tersebut.
“Kami hanya memberikan pengamanan bagi para pengguna jalan yang melintasi akses jalan kompleks perumahan Segara City. Saya bersama relawan dari Desa Pahlawan Setia dan Segara Jaya berjaga selama 24 jam guna menjaga keamanan apabila terjadi pembegalan,” ungkapnya.
Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan Jadi Perhatian
Di tengah meningkatnya aktivitas kendaraan yang memanfaatkan jalur alternatif, aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi perhatian penting.
Maulana berharap masyarakat dapat memanfaatkan akses tersebut dengan tertib, sementara pihak-pihak terkait turut memberikan perhatian terhadap kondisi jalur alternatif yang menjadi tumpuan mobilitas warga selama proyek rehabilitasi Jembatan Arhanud berlangsung.
Keberadaan jalur alternatif Segara City menjadi gambaran bagaimana kepedulian masyarakat berperan dalam membantu mengatasi persoalan akses transportasi di tengah pembangunan infrastruktur.
Namun, transparansi terkait kontribusi sukarela serta jaminan keamanan bagi pengguna jalan tetap menjadi hal penting agar jalur tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (*)















