Caption : Petugas Pemadam Kebakaran usai berjibaku memadamkan si jago merah.
Bekasi, Asatu Online — Kebakaran hebat melanda sebuah gudang rongsokan milik Harry di Desa Setia Mulia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu pagi (28/10/2026). Kobaran api yang membesar memicu kekhawatiran warga lantaran berpotensi merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Selain mengancam permukiman warga, kebakaran tersebut juga berdampak pada terganggunya jaringan listrik di kawasan sekitar. Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya aktivitas pembakaran sampah yang tidak terpantau, terutama di dekat bangunan yang menyimpan material mudah terbakar.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp300 juta. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui, meski dugaan sementara mengarah pada pembakaran sampah di lahan kosong yang kemudian merembet ke gudang rongsokan.
Ketua RT 02/RW 05 Desa Setia Mulia, Rojak, mengaku tidak mengetahui secara langsung awal mula munculnya api. Ia baru menerima informasi dari istrinya melalui sambungan video call saat dirinya sedang bekerja.
“Awal terjadinya kebakaran di gudang rongsok saya tidak tahu. Saya mendapat informasi dari istri melalui video call karena saat itu sedang bekerja,” kata Rojak.
Mengetahui api mulai membesar, Rojak langsung menuju Marunda Center untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
Terkait sumber api, ia mengaku belum dapat memastikan apakah kebakaran dipicu puntung rokok atau aktivitas pembakaran sampah.
“Untuk jelasnya titik awal api saya tidak tahu, apakah dari puntung rokok atau bakar sampah,” ujarnya.
Gudang rongsokan yang terbakar diketahui milik Harry. Pemilik gudang tersebut mengaku tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Harry mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah yang ditempati bersama karyawan gudang. Ia menduga api berasal dari area tanah kosong di sebelah gudang yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.
“Api berawal dari sebelah tanah kosong yang merupakan tempat sampah. Untuk kerugian sekitar Rp300 jutaan,” ungkap Harry.
Damkar Berjibaku Hampir Delapan Jam

Komandan Regu (Danru) Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Sukardi, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi terkait kebakaran pada pukul 06.10 WIB.
Menurut Sukardi, informasi awal mengenai kebakaran telah diterima dari warga dan Babinsa sekitar pukul 04.30 WIB. Namun, laporan ke kantor pemadam kebakaran baru diterima pada pukul 06.10 WIB.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar 15 menit setelah keberangkatan.
“Pemadaman dibantu satu unit dari Damkar Kota Bekasi, dua unit dari Kabupaten Bekasi, satu unit dari Pos Taman Kebalen, dan satu unit dari Pos Tarumajaya,” kata Sukardi kepada awak media.
Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 06.30 WIB hingga 14.15 WIB. Setelah berjibaku selama hampir delapan jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api.
“Untuk dugaan sementara, kebakaran disebabkan pembakaran sampah yang tidak terpantau sehingga merembet ke gudang rongsok,” jelasnya.
Pembakaran Sampah Jadi Sorotan
Dugaan kebakaran akibat pembakaran sampah yang tidak terpantau menjadi perhatian serius, mengingat lokasi gudang rongsokan berdekatan dengan bangunan lain dan kawasan aktivitas warga.
Material rongsokan yang mudah terbakar berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tersambar sumber panas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran lebih besar, terutama jika aktivitas pembakaran sampah dilakukan tanpa pengawasan dan tanpa memperhitungkan jarak aman dari bangunan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terlebih di sekitar gudang, permukiman, maupun tempat penyimpanan material mudah terbakar.
Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. (*)













