Banda Aceh, Asatu Online – Ketua Umum Bumoe Raya Aceh Pusaka, Jamal Luddin alias Tgk Rohid, bersama Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), Tgk Abdul Aziz, bersilaturahmi dengan Ketua Baitul Mal Aceh, Abon Yunus, di Banda Aceh, Senin (10/8/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan persaudaraan antartokoh masyarakat serta unsur keumatan di Aceh.
Jamal Luddin alias Tgk Rohid mengatakan silaturahmi merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan masyarakat Aceh. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.
«“Silaturahmi adalah cara kita menjaga hati agar tetap dekat. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi persaudaraan jangan sampai terputus. Aceh membutuhkan kebersamaan, bukan saling menjauh,” kata Jamal Luddin.»
Dia menilai pembangunan Aceh tidak cukup hanya mengandalkan program dan kebijakan. Hubungan yang baik antara ulama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dan lembaga keumatan juga diperlukan untuk membangun kepercayaan serta menciptakan suasana yang harmonis.
Menurut Jamal, pertemuan bersama Tgk Abdul Aziz dan Abon Yunus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus mencari titik temu terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Aceh.
Ulama, Tokoh Masyarakat dan Baitul Mal Perlu Bersinergi
Tgk Abdul Aziz menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan persatuan di tengah dinamika masyarakat Aceh.
Menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengajak masyarakat mengedepankan kedamaian, musyawarah, dan persaudaraan dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Persaudaraan adalah kekuatan. Kalau hati kita bersatu, banyak persoalan dapat kita selesaikan dengan kepala dingin dan hati yang jernih,” pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Dia juga menilai komunikasi antara ulama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dan lembaga keumatan perlu terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dibahas secara bijaksana dan mencari solusi bersama.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh, Abon Yunus, menyambut baik silaturahmi tersebut. Pertemuan ini dinilai menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi antara Baitul Mal Aceh dengan tokoh masyarakat dan unsur keumatan.
Baitul Mal Aceh memiliki peran strategis dalam pengelolaan dan pendayagunaan zakat serta pemberdayaan masyarakat yang berhak menerima manfaat. Karena itu, sinergi dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik.
Jangan Berhenti di Silaturahmi
Jamal Luddin berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia ingin komunikasi dan silaturahmi terus berlanjut dalam bentuk kerja sama serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kadang-kadang yang kita butuhkan bukan perdebatan panjang, tetapi duduk bersama, saling mendengar dan saling menghormati. Dari situlah hati menjadi dekat dan persaudaraan menjadi kuat,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk tidak mudah terpecah karena perbedaan. Menurutnya, Aceh merupakan rumah bersama yang harus dijaga melalui persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan.
“Kalau kita saling menggenggam tangan, Insyaallah jalan yang berat akan terasa ringan. Kalau hati kita bersatu, Insyaallah banyak kebaikan yang bisa kita lahirkan untuk Aceh,” katanya.
Silaturahmi antara Jamal Luddin alias Tgk Rohid, Tgk Abdul Aziz, dan Abon Yunus diharapkan menjadi langkah memperkuat komunikasi antara Bumoe Raya Aceh Pusaka, Majelis Ulama Nanggroe Aceh, dan Baitul Mal Aceh.
Semangat yang dibawa dari pertemuan itu sederhana: menjaga persaudaraan, membuka ruang komunikasi, dan membangun sinergi demi kepentingan masyarakat serta masa depan Aceh.[*]














