Aceh  

Dirut Bank Aceh Syariah Ziarahi Makam Habib Bugak, Teladani Semangat Wakaf

Bireuen, Asatu Onlline – Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama jamaah haji Kloter 2 asal Aceh melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak di Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).

Ziarah tersebut merupakan tradisi yang terus dijaga masyarakat Aceh sebagai bentuk penghormatan kepada Habib Bugak, ulama sekaligus dermawan yang mewakafkan hartanya di Makkah. Wakaf yang dikenal sebagai Baitul Asyi (Rumoh Aceh) itu hingga kini masih memberikan manfaat bagi jamaah haji Aceh, meski telah berlangsung lebih dari dua abad.

Keikutsertaan Fadhil Ilyas dalam ziarah ini memiliki makna tersendiri. Selain baru menunaikan ibadah haji sebagai jamaah Kloter 2, ia juga mengikuti tradisi yang diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang mengajarkan bahwa harta yang dikelola dengan niat ibadah akan menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir lintas generasi.

Habib Bugak merupakan ulama dan saudagar yang mendapat kepercayaan dari Kesultanan Aceh. Pada awal abad ke-19, ia mewakafkan aset di Kota Makkah untuk dijadikan tempat singgah jamaah haji asal Aceh. Seiring waktu, aset tersebut berkembang menjadi properti produktif, sehingga hasil pengelolaannya dibagikan kepada jamaah haji Aceh setiap musim haji.

Pada musim haji 2026, setiap jamaah haji Aceh menerima manfaat wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal, sebuah bukti nyata bahwa manfaat wakaf tersebut tetap hidup hingga saat ini.

Setibanya di kompleks makam, rombongan disambut Said Maimun, keturunan ketujuh Habib Bugak. Ia mengapresiasi konsistensi masyarakat Aceh yang terus menjaga tradisi berziarah sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Habib Bugak sebagai pewakaf Baitul Asyi di Makkah.

Prosesi ziarah dipimpin Tgk. H. Djasnawi Ibrahim, diawali pembacaan salawat oleh H. Muji Mulia, S.E., kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Waled Tgk. H. Syamsuar, S.P. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan saat para jamaah memanjatkan doa bagi Habib Bugak dan memohon keberkahan untuk masyarakat Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhil Ilyas mengatakan ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa nilai sebuah wakaf tidak diukur dari besarnya aset yang ditinggalkan, melainkan dari manfaat yang terus dirasakan oleh umat sepanjang masa.

> “Bagi Bank Aceh Syariah, kisah Habib Bugak merupakan inspirasi nyata tentang pentingnya membangun ekonomi umat melalui instrumen syariah yang berorientasi pada keberlanjutan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Fadhil.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Habib Bugak sejalan dengan komitmen Bank Aceh Syariah dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Aceh melalui layanan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan spiritual masyarakat.

Ziarah tersebut juga menjadi rangkaian penutup perjalanan ibadah haji Fadhil Ilyas. Sebelumnya, Bank Aceh Syariah menggelar prosesi adat peusijuk bagi 1.624 calon jamaah haji Aceh pada 21 April 2026 di Kantor Pusat Bank Aceh dan secara serentak di seluruh kantor cabang dari Sabang hingga Jakarta.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian situs bersejarah itu, Fadhil Ilyas turut menyerahkan bantuan kepada pengelola makam Habib Bugak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung perawatan kawasan makam sekaligus menjaga warisan sejarah yang menjadi simbol kedermawanan dan semangat wakaf masyarakat Aceh.

“Perjalanan haji masyarakat Aceh tidak hanya berakhir dengan kepulangan dari Tanah Suci, tetapi juga disempurnakan dengan mengenang sosok pewakaf yang telah menghadirkan manfaat bagi ribuan jamaah Aceh selama lebih dari dua abad. Semangat inilah yang terus hidup dan menjadi bagian dari identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah serta menginspirasi lahirnya budaya berbagi dan pengelolaan wakaf yang produktif bagi kemaslahatan umat,” tutup Fadhil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *