Pendidikan, Kesehatan hingga UMKM, Program PT TIMAH Jangkau 69.653 Penerima Manfaat

PangkalPinang, Asatu Online — PT TIMAH Tbk terus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat melalui berbagai program sosial, pemberdayaan, dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp35,7 miliar melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).

Dana tersebut telah menjangkau 69.653 penerima manfaat yang tersebar di wilayah operasional perusahaan, mulai dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau hingga daerah lainnya.

Program-program yang dijalankan tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui Program PPM, PT TIMAH menjalankan berbagai inisiatif yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, infrastruktur, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

Salah satu program unggulan adalah Program Pemuda Pemudi Berkarya (PEPAYA) di Desa Rias yang mendorong kreativitas generasi muda melalui pengolahan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan program budidaya jagung di Desa Badau, Kabupaten Belitung, dengan melibatkan kelompok tani dan berkolaborasi bersama pemerintah desa serta Dinas Pertanian setempat.

PT TIMAH juga melanjutkan Program Blue Resilience Initiative Action (BERLIAN) di Pulau Kundur yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Di sektor kesehatan, perusahaan menghadirkan Program Oto Sihat atau Mobil Sehat sebagai layanan kesehatan bergerak yang menjangkau masyarakat di wilayah operasional. Saat ini, tiga armada Oto Sihat beroperasi di Bangka, Belitung, dan Kepulauan Riau.

Sepanjang 2025, layanan kesehatan keliling tersebut telah dilaksanakan sebanyak 56 kali dan memberikan manfaat kepada 7.114 warga.

Sementara di bidang pendidikan, PT TIMAH terus menjalankan Program Pemali Boarding School (PBS) yang telah berlangsung sejak tahun 2000. Hingga 2025, program ini telah melahirkan 922 alumni yang kini berkiprah sebagai guru, dokter, dosen, aparat penegak hukum, hingga profesional di berbagai sektor.

Komitmen perusahaan dalam memberdayakan kelompok rentan diwujudkan melalui Program Menjaga Nusantara di Kabupaten Bangka Barat. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti ketahanan pangan, penguatan UMKM, sekolah entrepreneur difabel, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan perempuan.

Di sektor kelautan, PT TIMAH terus memperkuat program Fishing Ground dan Coral Garden guna mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan perekonomian nelayan.

Sepanjang 2025, perusahaan memperluas program Fishing Ground melalui penambahan ratusan unit rumpon di sejumlah perairan. Sementara itu, program Coral Garden diperkuat dengan pemasangan unit baru di kawasan Pulau Putri dan Laut Tuing.

Selain program pemberdayaan, PT TIMAH juga menyalurkan berbagai bantuan sosial dan lingkungan melalui Program TJSL. Bantuan tersebut mencakup sarana dan prasarana umum, rumah ibadah, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga penanganan kondisi darurat dan kebencanaan.

Beberapa program yang dijalankan antara lain Timah Merik Sembako yang menjangkau 10.366 penerima manfaat sepanjang 2025, penyaluran 209 hewan kurban, Program Mudik Gratis bagi 700 peserta, serta Program Jaminan Sosial Kelompok Rentan yang memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi 211 nelayan dan masyarakat rentan di wilayah operasional perusahaan.

Pada sektor ekonomi, PT TIMAH juga terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil melalui Program PUMK. Program ini tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga pendampingan usaha dan peningkatan kompetensi pelaku UMKM.

Sepanjang 2025, sebanyak 154 mitra binaan mengikuti pameran dan bazar, 112 mitra binaan mendapatkan pelatihan, serta 24 mitra binaan menerima bantuan alat produksi untuk mendukung pengembangan usaha mereka.

Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, mengatakan program PPM, TJSL, dan PUMK merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

“PT TIMAH tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional bisnis, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, program-program tersebut telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di wilayah operasional perusahaan,” kata Anggi.

Ia menegaskan, perusahaan akan terus memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap program-program yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah,” ujarnya.

Ke depan, PT TIMAH akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat dan lingkungan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *