BELITUNG, Asatu Online — Maryati (68), warga Kampung Parit, Kelurahan Parit, Tanjungpandan, tak pernah menyangka dapur rumahnya yang telah roboh akhirnya direnovasi oleh PT Timah (Persero) Tbk.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR) bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.
Maryati tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dibangun sekitar 1972. Seiring waktu, kondisi bangunan kian rapuh. Bahkan, bagian dapur telah roboh akibat lapuk dimakan usia.
Dalam kesehariannya, ia tinggal bersama saudaranya. Kondisi rumah yang tidak layak huni membuat aktivitasnya terbatas, terlebih Maryati juga menderita penyakit jantung dan ginjal.
“Dapur sudah roboh. Kalau hujan kami takut tertimpa kayu dan seng, apalagi kalau angin kencang. Kami hanya bisa berdoa untuk keselamatan,” ujar Maryati, Senin (27/4/2026).
Ia mengaku selalu dihantui kekhawatiran saat cuaca buruk. Atap rumah yang bocor membuat air hujan kerap masuk hingga membasahi kasur.
“Saya sering berdoa, siapa yang akan bantu memperbaiki rumah ini. Mau perbaiki sendiri tidak mungkin, karena sudah tua dan tidak punya biaya,” katanya.
Di tengah keterbatasan, harapan itu akhirnya terjawab. PT Timah datang memberikan bantuan renovasi, khususnya pada bagian dapur rumahnya.
“Alhamdulillah, Jumat lalu doa saya dikabulkan. PT Timah datang membantu memperbaiki dapur saya,” tuturnya.
Bantuan tersebut disambut haru oleh Maryati. Ia menyebutnya sebagai kado istimewa di masa tuanya.
“Terima kasih PT Timah. Semoga semakin maju dan terus membantu masyarakat,” ucapnya.
Renovasi ini diharapkan membuat Maryati bisa tinggal lebih aman dan nyaman, tanpa rasa cemas saat hujan maupun angin kencang.
PT Timah menyatakan, bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu agar dapat memiliki hunian yang lebih layak. (*)















