Pangkalpinang, Asatu Online – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang menyesuaikan pola kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas fisik sementara dialihkan ke program bernuansa keagamaan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Disdikbud Pangkalpinang, Hermaini, mengatakan penyesuaian tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun guna menyeimbangkan proses pendidikan dengan pelaksanaan ibadah siswa.
“Selama Ramadan, kegiatan difokuskan pada pembinaan keagamaan. Ekstrakurikuler kami alihkan menjadi pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan aktivitas religi lainnya,” ujar Hermaini, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Hanya saja, jam pelajaran dan ritme kegiatan disesuaikan dengan kondisi siswa selama menjalankan ibadah puasa.
Disdikbud juga mendorong seluruh sekolah untuk memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan melalui program-program positif di lingkungan pendidikan.
Sekolah diminta lebih kreatif menyusun agenda harian, mulai dari membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran, kultum, hingga menggelar berbagai lomba keagamaan.
“Ramadan menjadi momentum strategis untuk membentuk karakter spiritual siswa,” katanya.
Di sisi lain, Disdikbud mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
Hermaini menegaskan siswa nonmuslim tetap difasilitasi menjalankan aktivitas sesuai keyakinan masing-masing tanpa diskriminasi.
“Kami minta seluruh siswa saling menghormati. Yang tidak berpuasa diimbau tidak makan di depan teman yang sedang berpuasa,” tutupnya. (*)














